Kamis, 12 Mei 2011

kepemimpinan dalam perusahaan

kepemimpinan dalam perusahaan


Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Kepemimpinan mempunyai kaitan yang erat dengan motivasi.
Seorang pemimpin harus memiliki wibawa yang tinggi agar semua karyawan yang berada di bawah andilnya menjadi patuh dalam mengerjakan tugasnya masing-masing dengan efektif dan tidak ada paksaan.
Gaya kepemimpinan juga penting untuk mempengaruhi kinerja para karyawan. Ada salah satu gaya kepemimpinan, yaitu gaya kepemimpinan transformasional. Dalam upaya pengenalan lebih dalam tentang konsep kepemimpinan transformasional, perlu dijelaskan tentang kepemimpinan transaksional, yaitu kepemimpinan yang memelihara atau melanjutkan status quo. Kepemimpinan jenis ini didefinisikan sebagai kepemimpinan yang melibatkan suatu proses pertukaran (exchange process) di mana para pengikut mendapat imbalan yang segera dan nyata untuk melakukan perintah-perintah pemimpin. Dan tentunya masih banyak gaya kepemimpinan yang lainnya.
Di dalam suatu perusahaan, organisasi, dan semua bentuk badan organisasi, pemimpin memegang peran sangat penting dalam mensukseskan dan memperoleh tujuan akhir yang telah ditentukan bersama. Untuk itu seorang pemimpin juga harus memnpunyai tanggung jawab yang tinggi.
Seorang pemimpin tidak ditentukan oleh pangkat dan jabatan seseorang. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi lingkungan pekerjaannya, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya.
Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager), motivator, inspirator, dan maximizer.
Konsep pemikiran seperti ini adalah sesuatu yang baru dan mungkin tidak bisa diterima oleh para pemimpin konvensional yang justru mengharapkan penghormatan dan pujian (honor and praise) dari mereka yang dipimpinnya. Semakin dipuji bahkan dikultuskan, semakin tinggi hati dan lupa dirilah seorang pemimpin. Justru kepemimpinan sejati adalah kepemimpinan yang didasarkan pada kerendahan hati (humble).
Jadi, seorang pemimpin harus mempunyai kerendahan hati agar semua urusan berjalan lancar dan tidak ada kesenjangan antara pemimpin dan bawahannya.

Bagaimanakah sebenarnya wajah kepemimpinan di negara Indonesia saat ini? Harus kita akui bahwa krisis kepemimpinan di negara kita merupakan salah satu jenis krisis dari krisis yang berkepanjangan yang kita alami saat ini. Kepemimpinan akhirnya menjadi suatu pekerjaan rumah tersendiri bagi segenap warga negara yang harus diselesaikan agar kita dapat melampaui krisis dengan selamat.

Negara merupakan salah satu organisasi besar yang mempunyai tujuan tertentu, di antaranya adalah menjadikan rakyatnya sejahtera. Demikian pula dengan bentuk organisasi lain, baik formal maupun informal, semuanya mempunyai tujuan-tujuan yang disepakati bersama oleh semua anggota organisasi. Tujuan-tujuan tersebut berbeda antara organisasi yang satu dengan yang lainnya. Sebuah organisasi formal adalah organisasi yang mempunyai struktur dan fungsi organisasi serta aturan-aturan yang jelas bagi anggotanya yang semuanya terdokumentasi dengan baik (tertulis). Contoh organisasi formal adalah perusahaan, organisasi massa, partai, dan sebagainya. Organisasi informal adalah organisasi yang tidak mempunyai struktur dan aturan formal tertulis, namun anggotanya telah menyepakati aturan-aturan organisasi, yang biasanya berupa norma-norma atau etika tak tertulis lainnya. Contoh organisai informal adalah keluarga dan masyarakat pada umumnya. Dalam masyarakat sebenarnya ada pemimpin formal, misalnya kepala desa, ketua RT, dan sebagainya. Namun, biasanya masyarakat juga mempunyai pemimpin yang dituakan atau dihormati bersama secara informal oleh anggota masyarakat, misalnya kiai, atau tokoh masyarakat lainnya.

Fokus bahasan dalam tulisan ini adalah organisasi formal, yang mempunyai struktur dan aturan organisasi secara formal (tertulis). Tidak dapat dipungkiri, aturan-aturan dalam organisasi yang ditetapkan oleh pemimpin bersama-sama anggota organisasi akan mempengaruhi sikap para anggota secara keseluruhan. Dalam kasus yang banyak terjadi di Indonesia, dengan belum berjalannya sistem dalam sebuah organisasi secara baik, pengaruh pemimpin ternyata masih begitu besar dalam menentukan arah berjalannya organisasi. Pemimpin masih diberi kewenangan yang lebih besar, hampir-hampir tanpa kontrol dari dewan pengawas misalnya, atau dewan perwakilan rakyat (contohnya adalah kepemimpinan dalam sebuah negara). Kalaupun ada pengawasan, masih kecil dampaknya terhadap perubahan kepemimpinan yang dijalankan.

Penulis sangat tertarik untuk mengulas pengaruh kepemimpinan di sebuah perusahaan, sebuah hotel BUMN di Surabaya. Salah satu alasan penulis adalah kinerja manajemen hotel yang selama ini dipantau dan dinilai secara ketat oleh dewan perusahaan dan penilaiannya benar-benar dapat terukur dengan adanya laporan keuangan yang dikeluarkannya tiap setahun sekali. Perusahaan pada umumnya mempunyai semacam komisaris yang akan memberikan pertimbangan atas kinerja perusahaan tiap tahun sekali. Lebih-lebih jika perusahaan itu sebuah perusahaan go public, perusahaan akan mengadakan rapat umum pemegang saham (RUPS) yang akan dijadikan ajang penilaian secara transparan atas prestasi perusahaan dalam tahun yang bersangkutan. Proses ini agak berbeda dengan bentuk organisasi formal lainnya, yang belum mempunyai sistem penilaian kinerja organisasi yang terukur secara jelas.

Sebelum menyimak lebih jauh ada baiknya penulis memberikan batasan atas istilah yang akan sering digunakan dalam topik ini. Pemimpin adalah sebuah istilah untuk seorang individu yang memimpin sebuah organisasi, baik formal maupun informal. Kepemimpinan dapat diartikan sebagai upaya seorang pemimpin untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang telah disepakati bersama. Dengan demikian, secara umum dapat diartikan bahwa seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang melakukan kepemimpinan dengan baik.

Dalam sebuah perusahaan, kepemimpinan akan berpengaruh pula pada kinerja para karyawannya. Selain sistem organisasi yang telah terbentuk, kepemimpinan memegang peranan penting, antara lain dalam pengambilan keputusan. Beberapa hal yang juga dipengaruhi oleh peran kepemimpinan adalah semangat kerja karyawan. Semangat kerja karyawan ini antara lain tercermin dalam kerja sama antarkaryawan, tingkat absensi yang rendah, kepuasan kerja di perusahaan, dan tingginya disiplin di kalangan karyawan.

Dalam penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Saptanto (1997 ; 75) pada perusahaan tertentu, ditunjukkan bahwa semangat kerja yang tercermin dalam perilaku sehari-hari karyawan memang mempunyai korelasi yang positif dengan peran kepemimpinan yang dijalankan dalam organisasi yang bersangkutan, namun pengaruhnya kecil sekali. Semangat kerja yang dipengaruhi oleh motivasi, komunikasi, lingkungan kerja, termasuk kepemimpinan mempunyai dimensi yang lebih luas karena menyangkut penilaian intern dalam individu karyawan itu sendiri. Namun, dalam penelitian tersebut, kepemimpinan yang dapat mempengaruhi semangat kerja tidak merujuk pada teori kepemimpinan tertentu.

Dalam penelitian ini peran-peran dalam sebuah kepemimpinan akan diuji pengaruhnya terhadap semangat kerja karyawan yang dalam hal ini dimiliki oleh karyawan setingkat manajerial. Dengan demikian, dapat dilihat apakah ada pengaruh yang signifikan antara peran seorang pemimpin dengan tingat absensi, kepuasan, kerja sama, dan disiplin karyawannya.

Faktor-faktor lain di luar kepemimpinan yang dapat mempengaruhi semangat kerja karyawan, antara lain motivasi diri, partisipasi, dan komunikasi, tidak menjadi bahasan dalam penelitian ini karena penulis menilai bahwa faktor-faktor tersebut biasanya telah melekat dalam diri seseorang. Faktor-faktor tersebut hanya membutuhkan sedikit stimulan agar dapat berpengaruh pada perilaku seseorang. Faktor kepemimpinan, menurut penulis, akan lebih menunjukkan dimensi sosial dalam sebuah organisasi. Banyak individu akan saling berinteraksi di dalamnya sehingga lebih menarik untuk diteliti.


Sumber : http://early.blogdrive.com/archive/50.html

kepemimpinan dalam perusahaan

                                         kepemimpinan dalam perusahaan


Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Kepemimpinan mempunyai kaitan yang erat dengan motivasi.
Seorang pemimpin harus memiliki wibawa yang tinggi agar semua karyawan yang berada di bawah andilnya menjadi patuh dalam mengerjakan tugasnya masing-masing dengan efektif dan tidak ada paksaan.
Gaya kepemimpinan juga penting untuk mempengaruhi kinerja para karyawan. Ada salah satu gaya kepemimpinan, yaitu gaya kepemimpinan transformasional. Dalam upaya pengenalan lebih dalam tentang konsep kepemimpinan transformasional, perlu dijelaskan tentang kepemimpinan transaksional, yaitu kepemimpinan yang memelihara atau melanjutkan status quo. Kepemimpinan jenis ini didefinisikan sebagai kepemimpinan yang melibatkan suatu proses pertukaran (exchange process) di mana para pengikut mendapat imbalan yang segera dan nyata untuk melakukan perintah-perintah pemimpin. Dan tentunya masih banyak gaya kepemimpinan yang lainnya.
Di dalam suatu perusahaan, organisasi, dan semua bentuk badan organisasi, pemimpin memegang peran sangat penting dalam mensukseskan dan memperoleh tujuan akhir yang telah ditentukan bersama. Untuk itu seorang pemimpin juga harus memnpunyai tanggung jawab yang tinggi.
Seorang pemimpin tidak ditentukan oleh pangkat dan jabatan seseorang. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi lingkungan pekerjaannya, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya.
Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager), motivator, inspirator, dan maximizer.
Konsep pemikiran seperti ini adalah sesuatu yang baru dan mungkin tidak bisa diterima oleh para pemimpin konvensional yang justru mengharapkan penghormatan dan pujian (honor and praise) dari mereka yang dipimpinnya. Semakin dipuji bahkan dikultuskan, semakin tinggi hati dan lupa dirilah seorang pemimpin. Justru kepemimpinan sejati adalah kepemimpinan yang didasarkan pada kerendahan hati (humble).
Jadi, seorang pemimpin harus mempunyai kerendahan hati agar semua urusan berjalan lancar dan tidak ada kesenjangan antara pemimpin dan bawahannya.

Bagaimanakah sebenarnya wajah kepemimpinan di negara Indonesia saat ini? Harus kita akui bahwa krisis kepemimpinan di negara kita merupakan salah satu jenis krisis dari krisis yang berkepanjangan yang kita alami saat ini. Kepemimpinan akhirnya menjadi suatu pekerjaan rumah tersendiri bagi segenap warga negara yang harus diselesaikan agar kita dapat melampaui krisis dengan selamat.

Negara merupakan salah satu organisasi besar yang mempunyai tujuan tertentu, di antaranya adalah menjadikan rakyatnya sejahtera. Demikian pula dengan bentuk organisasi lain, baik formal maupun informal, semuanya mempunyai tujuan-tujuan yang disepakati bersama oleh semua anggota organisasi. Tujuan-tujuan tersebut berbeda antara organisasi yang satu dengan yang lainnya. Sebuah organisasi formal adalah organisasi yang mempunyai struktur dan fungsi organisasi serta aturan-aturan yang jelas bagi anggotanya yang semuanya terdokumentasi dengan baik (tertulis). Contoh organisasi formal adalah perusahaan, organisasi massa, partai, dan sebagainya. Organisasi informal adalah organisasi yang tidak mempunyai struktur dan aturan formal tertulis, namun anggotanya telah menyepakati aturan-aturan organisasi, yang biasanya berupa norma-norma atau etika tak tertulis lainnya. Contoh organisai informal adalah keluarga dan masyarakat pada umumnya. Dalam masyarakat sebenarnya ada pemimpin formal, misalnya kepala desa, ketua RT, dan sebagainya. Namun, biasanya masyarakat juga mempunyai pemimpin yang dituakan atau dihormati bersama secara informal oleh anggota masyarakat, misalnya kiai, atau tokoh masyarakat lainnya.

Fokus bahasan dalam tulisan ini adalah organisasi formal, yang mempunyai struktur dan aturan organisasi secara formal (tertulis). Tidak dapat dipungkiri, aturan-aturan dalam organisasi yang ditetapkan oleh pemimpin bersama-sama anggota organisasi akan mempengaruhi sikap para anggota secara keseluruhan. Dalam kasus yang banyak terjadi di Indonesia, dengan belum berjalannya sistem dalam sebuah organisasi secara baik, pengaruh pemimpin ternyata masih begitu besar dalam menentukan arah berjalannya organisasi. Pemimpin masih diberi kewenangan yang lebih besar, hampir-hampir tanpa kontrol dari dewan pengawas misalnya, atau dewan perwakilan rakyat (contohnya adalah kepemimpinan dalam sebuah negara). Kalaupun ada pengawasan, masih kecil dampaknya terhadap perubahan kepemimpinan yang dijalankan.

Penulis sangat tertarik untuk mengulas pengaruh kepemimpinan di sebuah perusahaan, sebuah hotel BUMN di Surabaya. Salah satu alasan penulis adalah kinerja manajemen hotel yang selama ini dipantau dan dinilai secara ketat oleh dewan perusahaan dan penilaiannya benar-benar dapat terukur dengan adanya laporan keuangan yang dikeluarkannya tiap setahun sekali. Perusahaan pada umumnya mempunyai semacam komisaris yang akan memberikan pertimbangan atas kinerja perusahaan tiap tahun sekali. Lebih-lebih jika perusahaan itu sebuah perusahaan go public, perusahaan akan mengadakan rapat umum pemegang saham (RUPS) yang akan dijadikan ajang penilaian secara transparan atas prestasi perusahaan dalam tahun yang bersangkutan. Proses ini agak berbeda dengan bentuk organisasi formal lainnya, yang belum mempunyai sistem penilaian kinerja organisasi yang terukur secara jelas.

Sebelum menyimak lebih jauh ada baiknya penulis memberikan batasan atas istilah yang akan sering digunakan dalam topik ini. Pemimpin adalah sebuah istilah untuk seorang individu yang memimpin sebuah organisasi, baik formal maupun informal. Kepemimpinan dapat diartikan sebagai upaya seorang pemimpin untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang telah disepakati bersama. Dengan demikian, secara umum dapat diartikan bahwa seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang melakukan kepemimpinan dengan baik.

Dalam sebuah perusahaan, kepemimpinan akan berpengaruh pula pada kinerja para karyawannya. Selain sistem organisasi yang telah terbentuk, kepemimpinan memegang peranan penting, antara lain dalam pengambilan keputusan. Beberapa hal yang juga dipengaruhi oleh peran kepemimpinan adalah semangat kerja karyawan. Semangat kerja karyawan ini antara lain tercermin dalam kerja sama antarkaryawan, tingkat absensi yang rendah, kepuasan kerja di perusahaan, dan tingginya disiplin di kalangan karyawan.

Dalam penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Saptanto (1997 ; 75) pada perusahaan tertentu, ditunjukkan bahwa semangat kerja yang tercermin dalam perilaku sehari-hari karyawan memang mempunyai korelasi yang positif dengan peran kepemimpinan yang dijalankan dalam organisasi yang bersangkutan, namun pengaruhnya kecil sekali. Semangat kerja yang dipengaruhi oleh motivasi, komunikasi, lingkungan kerja, termasuk kepemimpinan mempunyai dimensi yang lebih luas karena menyangkut penilaian intern dalam individu karyawan itu sendiri. Namun, dalam penelitian tersebut, kepemimpinan yang dapat mempengaruhi semangat kerja tidak merujuk pada teori kepemimpinan tertentu.

Dalam penelitian ini peran-peran dalam sebuah kepemimpinan akan diuji pengaruhnya terhadap semangat kerja karyawan yang dalam hal ini dimiliki oleh karyawan setingkat manajerial. Dengan demikian, dapat dilihat apakah ada pengaruh yang signifikan antara peran seorang pemimpin dengan tingat absensi, kepuasan, kerja sama, dan disiplin karyawannya.

Faktor-faktor lain di luar kepemimpinan yang dapat mempengaruhi semangat kerja karyawan, antara lain motivasi diri, partisipasi, dan komunikasi, tidak menjadi bahasan dalam penelitian ini karena penulis menilai bahwa faktor-faktor tersebut biasanya telah melekat dalam diri seseorang. Faktor-faktor tersebut hanya membutuhkan sedikit stimulan agar dapat berpengaruh pada perilaku seseorang. Faktor kepemimpinan, menurut penulis, akan lebih menunjukkan dimensi sosial dalam sebuah organisasi. Banyak individu akan saling berinteraksi di dalamnya sehingga lebih menarik untuk diteliti.


Sumber : http://early.blogdrive.com/archive/50.html

Selasa, 08 Maret 2011

Analisa pemrosesan file offline dan online

Analisa pemrosesan file secara online dan offline
1.     Pemrosesan file secara online maksudnya melakukan transaksi yang sifatnya secara langsung tanpa harus menunggu lama. Pemrosesan file secara online dapat dilakukan dimana saja , dengan melalui alat-alat elektronik. Karena pemrosesan secara online dapat lebih efektif tanpa membuang-buang waktu.
Contohnya :
·       Menurut pendapat nanggroe adalah :
Mengirim file besar melalui E-mail dengan sharing file online , yaitu :Mengirim file sebagai lampiran e-mail adalah hal yang biasa kita lakukan. Namun , jika filenya berukuran besar, cara tersebut kurang ideal. Pasalnya, file berukuran besar akan membebani mail-server sang penerima, sehingga banyak perusahaan atau penyedia layanan internet membatasi ukuran e-mail yang bisa diterima.
http://belajar-sendiri.com/2010/02/mengirim-file-besar-melalui-e-mail-dengan-sharing-file-online/

·       menurut saya sendiri untuk contoh pemrosesan file online adalah seperti mengerjakan tugas dengan cara tulis tangan sekarang sudah ada blog atau situs-situs  online yang dapat di gunakan utnuk membuat tugas,tanpa harus lagi membuang - buang tinta ataupun kertas.

2.     Pemrosesan file secara offline maksudnya file-file terlebih dahulu ditumpuk sebelum file-file itu diproses. Pemrosesan secara offline harus mengumpulkan data dulu setelah terkumpul semua baru diproses.

Contohnya pada data nilai uts uas,input outputnya jelas tujuannya agar para siswa bias melihat hasil akhir dari pemrosesan file2 tersebut untuk di berikan kepada orang tuanya masing masing

Jumat, 25 Februari 2011

Budaya Organisasi Dalam Perusahaan

                                  BUDAYA ORGANISASI
Sebagian para ahli seperti Stephen P. Robbins, Gary Dessler (1992) dalam bukunya yang berjudul “Organizational Theory” (1990), memasukan budaya organisasi kedalam teori organisasi. Sementara Budaya perusahaan merupakan aplikasi dari budaya organisasi dan apabila diterapkan dilingkungan manajemen akan melahirkan budaya manajemen. Budaya organisasi dengan budaya perusahan sering disalingtukarkan sehingga terkadang dianggap sama, padahal berbeda dalam penerapannya.
Kita tinjau Pengertian budaya itu sendiri menurut : “The International Encyclopedia of the Social Science” (1972) dpat dilihat menurut dua pendekatan yaitu pendekatan proses (process-pattern theory, culture pattern as basic) didukung oleh Franz Boas (1858-1942) dan Alfred Louis Kroeber (1876-1960). Bisa juga melalui pendekatan structural-fungsional (structural-functional theory, social structure as abasic) yang dikembangkan oleh Bonislaw Mallllinowski (1884-1942) dan Radclife-Brown yang kemudians dari dua pendekatan itu Edward Burnett Tylor (1832-1917 secara luas mendefinisikan budaya sebagai :”…culture or civilization, taken in its wide ethnographic ense, is that complex whole wich includes knowledge,belief, art, morals, law, custom and any other capabilities and habits acquired by man as a memmmber of society” atau Budaya juga dapat diartikan sebagai : “Seluruh sistem gagasan dan rasa, tindakan serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang dijadikan miliknya melalui proses belajar(Koentjaraningrat, 2001: 72 ) sesuai dengan kekhasan etnik, profesi dan kedaerahan”(Danim, 2003:148).
Akan tetapi dalam kehidupan sehari-hari kita lebih memahami budaya dari sudut sosiologi dan ilmu budaya, padahal ternyata ilmu budaya bisa mempengaruhi terhadap perkembangan ilmu lainnya seperti ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga ada beberapa istilah lain dari istilah budaya seperti budaya organisasi (organization culture) atau budaya kerja (work culture) ataupun biasa lebih dikenal lebih spesifik lagi dengan istilah budaya perusahaan (corporate culture). Sedangkan dalam dunia pendidikan dikenal dengan istilah kultur pembelajaran sekolah (school learning culture) atau Kultur akademis (Academic culture)
Dalam dunia pendidikan mengistilahkan budaya organisasi dengan istilah Kultur akademis yang pada intinya mengatur para pendidik agar mereka memahami bagaimana seharusnya bersikap terhadap profesinya, beradaptasi terhadap rekan kerja dan lingkungan kerjanya serta berlaku reaktif terhadap kebijakan pimpinannya, sehingga terbentuklah sebuah sistem nilai, kebiasaan (habits), citra akademis, ethos kerja yang terinternalisasikan dalam kehidupannya sehingga mendorong adanya apresiasi dirinya terhadap peningkatan prestasi kerja baik terbentuk oleh lingkungan organisasi itu sendiri maupun dikuatkan secara organisatoris oleh pimpinan akademis yang mengeluarkan sebuah kebijakan yang diterima ketika seseorang masuk organisasi tersebut.
Fungsi pimpinan sebagai pembentuk Kultur akademis diungkapkan oleh Peter, Dobin dan Johnson (1996) bahwa :
Para pimpinan sekolah khususnya dalam kapasitasnya menjalankan fungsinya sangat berperan penting dalam dua hal yaitu : a). Mengkonsepsitualisasikan visi dan perubahan dan b). Memiliki pengetahuan, keterampilan dan pemahaman untuk mengtransformasikan visi menjadi etos dan kultur akademis kedalam aksi riil (Danim, Ibid., P.74).
Pola pembiasaan dalam sebuah budaya sebagai sebuah nilai yang diakuinya bisa membentuk sebuah pola prilaku dalam hal ini Ferdinand Tonnies membagi kebiasaan kedalam beberapa pengertian antara lain :
• Kebiasaan sebagai suatu kenyataan objektif sehari-hari yang merupakan sebuah kelajiman baik dalam sikap maupun dalam penampilan sehari-hari.
• Kebiasaan sebagai Kaidah yang diciptakan dirinya sendiri yaitu kebiasaan yang lahir dari diri pendidik itu sendiri yang kemudian menjadi ciri khas yang membedakan dengan yang lainnya.
• Kebiasaan sebagai perwujudan kemauan untuk berbuat sesuatu yaitu kebiasaan yang lahir dari motivasi dan inisatif yang mencerminkan adanya prestasi pribadi.
• Budaya dan kepribadian
Oleh karena budaya secara individu itu berkorelasi dengan kepribadian, sehingga budaya berhubungan dengan pola prilaku seseorang ketika berhadapan dengan sebuah masalah hidup dan sikap terhadap pekerjaanya. Didalamnya ada sikap reaktif seorang pendidik terhadap perubahan kebijakan pemerintah dalam otonomi kampus sebagaimana yang terjadi, dimana dengan adanya komersialisasi kampus bisakah berpengaruh terhadap perubahan kultur akademis penididik dalam sehari-harinya.
Dilihat dari unsur perbedaan budaya juga menyangkut ciri khas yang membedakan antara individu yang satu dengan individu yang lain ataupun yang membedakaan antara profesi yang satu dengan profesi yang lain. Seperti perbedaan budaya seorang dokter dengan seorang dosen, seorang akuntan dengan seorang spesialis, seorang professional dengan seorang amatiran.
Ciri khas ini bisa diambil dari hasil internalisasi individu dalam organisasi ataupun juga sebagai hasil adopsi dari organisasi yang mempengaruhi pencitraan sehingga dianggap sebagai kultur sendiri yang ternyata pengertiannya masih relatif dan bersifat abstrak. Kita lihat pengertian budaya yang diungkapkan oleh Prof. Dr. Soerjono Soekanto mendefinisikan budaya sebagai : “Sebuah system nilai yang dianut seseorang pendukung budaya tersebut yang mencakup konsepsi abstrak tentang baik dan buruk. atau secara institusi nilai yang dianut oleh suatu organisasi yang diadopsi dari organisasi lain baik melalui reinventing maupun re-organizing”(Ibid, Soerjono Soekanto, P. 174)
Budaya juga tercipta karena adanya adopsi dari organisasi lainnya baik nilai, jargon, visi dan misi maupun pola hidup dan citra organisasi yang dimanefestasikan oleh anggotanya. Seorang pendidik sebagai pelaku organisasi jelas berperan sangat penting dalam pencitraan kampus jauh lebih cepat karena secara langsung berhadapan dengan mahasiswa yang bertindak sebagai promotor pencitraan di masyarakat sementara nilai pencitraan sebuah organisasi diambil melalui adanya pembaharuan maupun pola reduksi langsung dari organisasi sejenis yang berpengaruh dalam dunia pendidikan.
Sebuah nilai budaya yang merupakan sebuah sistem bisa menjadi sebuah asumsi dasar sebuah organisasi untuk bergerak didalam meningkatkan sebuah kinerjanya yang salah satunya terbentuknya budaya yang kuat yang bisa mempengaruhi. McKenna dan Beech berpendapat bahwa : „Budaya yang kuat mendasari aspek kunci pelaksaan fungsi organisasi dalam hal efisiensi, inovasi, kualitas serta mendukung reaksi yang tepat untuk membiasakan mereka terhadap kejadian-kejadian, karena etos yang berlaku mengakomodasikan ketahanan“( McKenna, etal, Terj. Toto Budi Santoso , 2002: 19)
Sedang menurut Talizuduhu Ndraha mengungkapkan bahwa “Budaya kuat juga bisa dimaknakan sebagai budaya yang dipegang secara intensif, secara luas dianut dan semakin jelas disosialisasikan dan diwariskan dan berpengaruh terhadap lingkungan dan prilaku manusia”( Ndraha, 2003:123).
Budaya yang kuat akan mendukung terciptanya sebuah prestasi yang positif bagi anggotanya dalam hal ini budaya yang diinternalisasikan pihak pimpinan akan berpengaruh terhadap sistem prilaku para pendidik dan staf dibawahnya baik didalam organisasi maupun diluar organisasi.
Sekali lagi kalau Budaya hanya sebuah asumsi penting yang terkadang jarang diungkapkan secara resmi tetapi sudah teradopsi dari masukan internal anggota organisasi lainnya. Vijay Sathe mendefinisikan budaya sebagai “The sets of important assumption (opten unstated) that member of a community share in common” ( Sathe, 1985: 18) Begitu juga budaya sebagai sebuah asumsi dasar dalam pembentukan karakter individu baik dalam beradaptasi keluar maupun berintegrasi kedalam organisasi lebih luas diungkapkan oleh Edgar H. Schein bahwa budaya bisa didefinisikan sebagai :
“A pattern of share basic assumption that the group learner as it solved its problems of external adaptation anda internal integration, that has worked well enough to be considered valid and therefore, to be taught to new members as the correct way to perceive, think and feel in relation to these problems”.
( Schein, 1992:16)
Secara lengkap Budaya bisa merupakan nilai, konsep, kebiasaan, perasaan yang diambil dari asumsi dasar sebuah organiasasi yang kemudian diinternalisasikan oleh anggotanya. Seorang professional yang berkarakter dan kuat kulturnya akan meningkatkan kinerjanya dalam organisasi dan secara sekaligus meningkatkan citra dirinya.
• Organisasi dan budaya
Membahas budaya, jelas tidak bisa lepas dari pengertian organisasi itu sendiri dan dapat kita lihat beberapa pendapat tentang organisasi yang salah satunya diungkapkan Stephen P. Robbins yang mendefinisikan organisasi sebagai “…A consciously coordinated social entity, with a relatively identifiable boundary that function or relatively continous basis to achieve a common goal or set of goal”. ( Robbins, 1990: 4) Sedangkan Waren B. Brown dan Dennis J. Moberg mendefinisikan organisasi sebagai “…. A relatively permanent social entities characterized by goal oriented behavior, specialization and structure”(Brown,etal,1980:6) Begitu juga pendapat dari Chester I. Bernard dari kutipan Etzioni dimana organisasi diartikan sebagai “Cooperation of two or more persons, a system of conciously coordinated personell activities or forces”( Etzioni, 1961:14.)
Sehingga organisasi diatas pada dasarnya apabila dilihat dari bentuknya, organisasi merupakan sebuah masukan (input) dan luaran (output) serta bisa juga dilihat sebagai living organism yang memiliki tubuh dan kepribadian, sehingga terkadang sebuah organisasi bisa dalam kondisi sakit (when an organization gets sick). Sehingga organisasi dianggap Sebagai suatu output (luaran) memiliki sebuah struktur (aspek anatomic), pola kehidupan (aspek fisiologis) dan system budaya (aspek kultur) yang berlaku dan ditaati oleh anggotanya.
Dari pengertian Organisasi sebagai output (luaran) inilah melahirkan istilah budaya organisasi atau budaya kerja ataupun lebih dikenal didunia pendidikan sebagai budaya akademis. Untuk lebih menyesuaikan dengan spesifikasi penelitian penulis mengistilahkan budaya organisasi dengan istilah budaya akademis.
Menurut Umar Nimran mendefinisikan budaya organisasi sebagai “Suatu sistem makna yang dimiliki bersama oleh suatu organisasi yang membedakannya dengan organisasi lain”(Umar Nimran, 1996: 11)
Sedangkan Griffin dan Ebbert (Ibid, 1996:11) dari kutipan Umar Nimran Budaya organisasi atau bisa diartikan sebagai “Pengalaman, sejarah, keyakinan dan norma-norma bersama yang menjadi ciri perusahaan/organisasi” Sementara Taliziduhu Ndraha Mengartikan Budaya organisasi sebagai “Potret atau rekaman hasil proses budaya yang berlangsung dalam suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini”( op.cit , Ndraha, P. 102) Lebih luas lagi definisi yang diungkapkan oleh Piti Sithi-Amnuai (1989) dalam bukunya “How to built a corporate culture” mengartikan budaya organisasi sebagai :
A set of basic assumption and beliefs that are shared by members of an organization, being developed as they learn to cope with problems of external adaptation and internal integration.( Pithi Amnuai dari kutipan Ndraha, p.102)
(Seperangkat asumsi dan keyakinan dasar yang dterima anggota dari sebuah organisasi yang dikembangkan melalui proses belajar dari masalah penyesuaian dari luar dan integarasi dari dalam)
Hal yang sama diungkapkan oleh Edgar H. Schein (1992) dalam bukunya “Organizational Culture and Leadershif” mangartikan budaya organisasi lebih luas sebagai :
“ …A patern of shared basic assumptions that the group learned as it solved its problems of external adaptation and internal integration, that has worked well enough to be considered valid and, therefore, to be taught to new members as the correct way to perceive, think and feel in relation to these problems.( loc.cit, Schein, P.16)
(“… Suatu pola sumsi dasar yang ditemukan, digali dan dikembangkan oleh sekelompok orang sebagai pengalaman memecahkan permasalahan, penyesuaian terhadap faktor ekstern maupun integrasi intern yang berjalan dengan penuh makna, sehingga perlu untuk diajarkan kepada para anggota baru agar mereka mempunyai persepsi, pemikiran maupun perasaan yang tepat dalam mengahdapi problema organisasi tersebut).
Sedangkan menurut Moorhead dan Griffin (1992) budaya organisasi diartikan sebagai :
Seperangkat nilai yang diterima selalu benar, yang membantu seseorang dalam organisasi untuk memahami tindakan-tindakan mana yang dapat diterima dan tindakan mana yang tidak dapat diterima dan nilai-nilai tersebut dikomunikasikan melalui cerita dan cara-cara simbolis lainnya(McKenna,etal, op.cit P.63).
Amnuai (1989) membatasi pengertian budaya organisasi sebagai pola asumsi dasar dan keyakinan yang dianut oleh anggota sebuah organisasi dari hasil proses belajar adaptasi terhadap permasalahan ekternal dan integrasi permasalahan internal.
Organisasi memiliki kultur melalui proses belajar, pewarisan, hasil adaptasi dan pembuktian terhadap nilai yang dianut atau diistilahkan Schein (1992) dengan considered valid yaitu nilai yang terbukti manfaatnya. selain itu juga bisa melalui sikap kepemimpinan sebagai teaching by example atau menurut Amnuai (1989) sebagai “through the leader him or herself” yaitu pendirian, sikap dan prilaku nyata bukan sekedar ucapan, pesona ataupun kharisma.
• Hal-hal yang mempengaruhi budaya organisasi
Menurut Piti Sithi-Amnuai bahwa : “being developed as they learn to cope with problems of external adaptation anda internal integration (Pembentukan budaya organisasi terjadi tatkala anggota organisasi belajar menghadapi masalah, baik masalah-masalah yang menyangkut perubahan eksternal maupun masalah internal yang menyangkut persatuan dan keutuhan organisasi).( Opcit Ndraha, P.76).
Pembentukan budaya akademisi dalam organisasi diawali oleh para pendiri (founder) institusi melalui tahapan-tahapan sebagai berikut :
• Seseorang mempunyai gagasan untuk mendirikan organisasi.
• Ia menggali dan mengarahkan sumber-sumber baik orang yang sepaham dan setujuan dengan dia (SDM), biaya dan teknologi.
• Mereka meletakan dasar organisasi berupa susunan organisasi dan tata kerja.
Menurut Vijay Sathe dengan melihat asumsi dasar yang diterapkan dalam suatu organisasi yang membagi “Sharing Assumption”( loc.cit Vijay Sathe, p. 18) Sharing berarti berbagi nilai yang sama atau nilai yang sama dianut oleh sebanyak mungkin warga organisasi. Asumsi nilai yang berlaku sama ini dianggap sebagai faktor-faktor yang membentuk budaya organisasi yang dapat dibagi menjadi :
• Share thing, misalnya pakaian seragam seperti pakaian Korpri untuk PNS, batik PGRI yang menjadi ciri khas organisasi tersebut.
• Share saying, misalnya ungkapan-ungkapan bersayap, ungkapan slogan, pemeo seprti didunia pendidikan terdapat istilah Tut wuri handayani, Baldatun thoyibatun wa robbun ghoffur diperguruan muhammadiyah.
• Share doing, misalnya pertemuan, kerja bakti, kegiatan sosial sebagai bentuk aktifitas rutin yang menjadi ciri khas suatu organisasi seperti istilah mapalus di Sulawesi, nguopin di Bali.
• Share feeling, turut bela sungkawa, aniversary, ucapan selamat, acara wisuda mahasiswa dan lain sebagainya.

Sedangkan menurut pendapat dari Dr. Bennet Silalahi bahwa budaya organisasi harus diarahkan pada penciptaan nilai (Values) yang pada intinya faktor yang terkandung dalam budaya organisasi.( Silalahi,2004:8) harus mencakup faktor-faktor antara lain : Keyakinan, Nilai, Norma, Gaya, Kredo dan Keyakinan terhadap kemampuan pekerja
Untuk mewujudkan tertanamnya budaya organisasi tersebut harus didahului oleh adanya integrasi atau kesatuan pandangan barulah pendekatan manajerial (Bennet, loc.cit, p.43)
bisa dilaksanakan antara lain berupa :
• Menciptakan bahasa yang sama dan warna konsep yang muncul.
• Menentukan batas-batas antar kelompok.
• Distribusi wewenang dan status.
• Mengembangkan syariat, tharekat dan ma’rifat yang mendukung norma kebersamaan.
• Menentukan imbalan dan ganjaran
Menjelaskan perbedaan agama dan ideologi.

Selain share assumption dari Sathe, faktor value dan integrasi dari Bennet ada beberapa faktor pembentuk budaya organisasi lainnya dari hasil penelitian David Drennan selama sepuluh tahun telah ditemukan dua belas faktor pembentuk budaya organisasi /perusahaan/budaya kerja/budaya akdemis ( Republika, 27 Juli 1994:8) yaitu :
• Pengaruh dari pimpinan /pihak yayasan yang dominan
• Sejarah dan tradisi organisasi yang cukup lama.
• Teknologi, produksi dan jasa
• Industri dan kompetisinya/ persaingan.
• Pelanggan/stakehoulder akademis
• Harapan perusahaan/organisasi
• Sistem informasi dan kontrol
• Peraturan dan lingkungan perusahaan
• Prosedur dan kebijakan
• Sistem imbalan dan pengukuran
• Organisasi dan sumber daya
• Tujuan, nilai dan motto.

• Budaya dengan profesionalisme
Dalam perkembangan berikutnya dapat kita lihat ada keterkaitan antara budaya dengan disain organisasi sesuai dengan design culture yang akan diterapkan. Untuk memahami disain organisasi tersebut, Harrison ( McKenna, etal, 2002: 65) membagi empat tipe budaya organisasi :
• Budaya kekuasaan (Power culture).
Budaya ini lebih mempokuskan sejumlah kecil pimpinan menggunakan kekuasaan yang lebih banyak dalam cara memerintah. Budaya kekuasaan juga dibutuhkan dengan syarat mengikuti esepsi dan keinginan anggota suatu organisasi.
Seorang karyawan butuh adanya peraturan dan pemimpin yang tegas dan benar dalam menetapkan seluruh perintah dan kebijakannya. Kerena hal ini menyangkut kepercayaan dan sikap mental tegas untuk memajukan institusi organisasi. Kelajiman yang masih menganut manajemen keluarga, peranan pemilik institusi begitu dominan dalam pengendalian sebuah kebijakan terkadang melupakan nilai profesionalisme yang justru hal inilah salah satu penyebab jatuh dan mundurnya organisasi.
• Budaya peran (Role culture).
Budaya ini ada kaitannya dengan prosedur birokratis, seperti peraturan organisasi dan peran/jabatan/posisi spesifik yang jelas karena diyakini bahwa hal ini akan mengastabilkan sistem. Keyakinan dan asumsi dasar tentang kejelasan status/posisi/peranan yang jelas inilah akan mendorong terbentuknya budaya positif yang jelas akan membantu mengstabilkan suatu organisasi. Hampir semua orang menginginkan suatu peranan dan status yang jelas dalam organisasi.
• Budaya pendukung (Support culture)
Budaya dimana didalamnya ada kelompok atau komunitas yang mendukung seseorang yang mengusahakan terjadinya integrasi dan seperangkat nilai bersama dalam organisasi tersebut. Selain budaya peran dalam menginternalisasikan suatu budaya perlu adanya budaya pendukung yang disesuaikan dengan kredo dan keyakinan anggota dibawah. Budaya pendukung telah ditentukan oleh pihak pimpinan ketika organisasi/institusi tersebut didirikan oleh pendirinya yang dituangkan dalam visi dan misi organisasi tersebut. Jelas didalamnya ada keselaran antara struktur, strategi dan budaya itu sendiri. Dan suatu waktu bisa terjadi adanya perubahan dengan menanamkan budaya untuk belajar terus menerus (longlife education)
• Budaya prestasi (Achievement culture)
Budaya yang didasarkan pada dorongan individu dalam organisasi dalam suasana yang mendorong eksepsi diri dan usaha keras untuk adanya independensi dan tekananya ada pada keberhasilan dan prestasi kerja. Budaya ini sudah berlaku dikalangan akademisi tentang independensi dalam pengajaran, penelitian dan pengabdian serta dengan pemberlakuan otonomi kampus yang lebih menekankan terciptanya tenaga akademisi yang profesional, mandiri dan berprestasi dalam melaksanakan tugasnya.
• Karakteristik budaya organisasi.
Untuk menentukan indikator secara pasti mengenai budaya organisasi jauh lebih sulit tetapi penulis mengambil dari beberapa pendapat para ahli mengenai indikator yang menentukan budaya organisasi.
Khun Chin Sophonpanich memasukan budaya pribadi ke dalam Bank Bangkok 50 tahun yang lalu dengan beberapa indikator antara lain :
• Ketekunan (dilligency),
• Ketulusan (sincerity),
• Kesabaran (patience) dan
• Kewirausahaan (entrepreneurship).
Sedangkan Amnuai dan Schien membagi budaya organisasi kedalam beberapa indikator yaitu antara lain
• Aspek kualitatif (basic)
• Aspek kuantitatif (shared) dan aspek terbentuknya
• Aspek komponen (assumption dan beliefs),
• Aspek adaptasi eksternal (eksternal adaptation)
• Aspek Integrasi internal (internal integration) sebagai proses penyatuan budaya melalui asimilasi dari budaya organisasi yang masuk dan berpengaruh terhadap karakter anggota.
Selangkah lebih maju tinjauan dari Dr.Bennet Silalahi yang melihat budaya kerja dapat dilihat dari sudut teologi dan deontology (Silalahi, 2004:25-32) seperti pandangan filsafat Konfutse, etika Kristen dan prinsip agama Islam. Kita tidak memungkiri pengaruh tiga agama ini dalam percaturan peradaban dunia timur bahkan manajemen barat sudah mulai memperhitungkannya sebagai manajemen alternatif yang didifusikan ke manajemen barat setelah melihat kekuatan ekonomi Negara kuning seperti Cina, Jepang dan Korea sangat kuat. Perimbangan kekuatan ras kuning Asia yang diwakili Jepang, Korea dan Cina tentu saja tidak bisa melupakan potensi kekuatan ekonomi negara-negara Islam yang dari jumlah penduduknya cukup menjanjikan untuk menjadi pangsa pasar mereka.
Tinjauan ajaran Islam membagi budaya kerja kedalam beberapa indikator antara lain :
• Adanya kerja keras dan kerjasama (QS. Al-Insyiqoq : 6, Al-Mulk : 15, An-Naba : 11 dan At-taubah : 105))
• Dalam setiap pekerjaan harus unggul/professional/menjadi khalifah (An-Nahl : 93. Az-Zumar : 9, Al-An’am : 165)
• Harus mendayagunakan hikmah ilahi (Al-Baqoroh : 13)
• Harus jujur, tidak saling menipu, harus bekerjasama saling menguntungkan.
• Kelemah lembutan.
• Kebersihan
• Tidak mengotak-kotakan diri/ukhuwah
• Menentang permusuhan.
Sedangkan menurut ajaran konghucu budaya kerja ditinjau dari budaya Ren yang terdiri dari lima sifat mulia manusia antara lain :
• Ren (hubungan industrial supaya mengutamakan keterbatasan, kebutuhan dan kualitas hidup manusia)
• Yi (tipu muslihat, timbangan yang tidak benar, kualitas barang dan jasa supaya disngkirkan atau dibenarkan agar tidak merugikan para stakehoulder)
• Li (Instruksi kerja, penilaian unjuk kerja, peranan manajemen harus dilandaskan pada kesopanan dan kesantunan)
• Zhi (kearifan dan kebijaksanaan dituntut dalam perencanaan, pengambilan keputusan dan ketatalaksanaan kerja, khususnya dalam perencanaan strategi dan kebijakan)
• Xing (setiap manajer dan karyawan harus saling dapat dipercaya)

Lebih jelas lagi diungkapkan oleh Desmond graves (1986:126) mencatat sepuluh item research tool (dimensi kriteria, indikator) budaya organisasi yaitu :
• Jaminan diri (Self assurance)
• Ketegasan dalam bersikap (Decisiveness)
• Kemampuan dalam pengawasan (Supervisory ability)
• Kecerdasan emosi (Intelegence)
• Inisatif (Initiative)
• Kebutuhan akan pencapaian prestasi (Need for achievement)
• Kebutuhan akan aktualisasi diri (Need for self actualization)
• Kebutuhan akan jabatan/posisi (Need for power)
• Kebutuhan akan penghargaan (Need for reward)
• Kebutuhan akan rasa aman (Need for security).
 

      Analisa Hubungan Budaya Organisasi Dengan                            Kebijakan Perusahaan




(Vibiznews - Strategic Management) - Menurut sudut pandang pers bisnis, para eksekutif dan konsultan manajemen, budaya perusahaan sangat berpengaruh terhadap pilihan kebijakan dan kinerja finansial perusahaan. Namun, studi empiris dalam ekonomi dan keuangan kurang memberikan perhatian terhadap peranan penting dari budaya organisasi dalam menjelaskan perilaku perusahaan, terutama karena disebabkan oleh sulitnya mengukur dan mengkalkulasi budaya organisasi.


Selain itu juga disebabkan oleh minimnya teori ekonomi yang menyatakan bahwa budaya organisasi adalah salah satu penentu dalam kebijakan perusahaan. Namun, seperti yang dikedepankan oleh Kreps (1990) dan Hermalin (2001), memahami budaya organisasi sangatlah penting jika kita ingin memahami pilihan kebijakan perusahaan dan terutama kinerjanya.


Apakah sebenarnya budaya organisasi itu? Dan mengapa ia mempengaruhi keputusan perusahaan? Budaya organisasi memiliki beberapa definisi. Definisi yang umum digunakan adalah serangkaian norma, nilai, kepercayaan dan preferensi yang dianut bersama oleh para manajer dan karyawannya. Menurut pandangan ini, budaya organisasi dapat mempengaruhi kebijakan perusahaan karena budaya menentukan perilaku yang tepat ketika perusahaan menghadapi situasi yang kompleks dan penuh ketidakpastian.


Motivasi dari penelitian mengenai pengaruh dari budaya organisasi terhadap kebijakan perusahaan selanjutnya dapat dilihat ketika mempertimbangkan bahwa banyak keanekaragaman dalam kebijakan perusahaan yang tidak dapat dijelaskan oleh model standar. Misalnya keputusan struktur modal perusahaan yang merupakan variabel kebijakan penting bagi sebagian besar perusahaan. Dalam penelitiannya, Lemmon, Roberts dan Zender menunjukkan bahwa efek firm-specific dapat menjelaskan lebih dari 90% variasi dari struktur modal pada perusahaan, sementara menurut model standar hanya 6%.


Mereka menyimpulkan bahwa determinan utama dari variasi cross section pada leverage adalah firm-specific dan time-invariant, dan untuk memahami keputusan struktur modal perusahaan harus diteliti faktor perusahaan yang tetap sepanjang periode yang lama. Salah satu faktor tersebut adalah budaya organisasi. Penelitian dari Cronqvist, low dan Nilsson berikut ini bermaksud untuk menyelidiki hubungan budaya organisasi dengan pilihan kebijakan perusahaan.


Hasil Penelitian
Perusahaan spin-off dan induknya memiliki kesamaan dalam kebijakan yang dipilihnya. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mewarisi perilaku dari induk perusahaannya bahkan setelah mereka berpisah dan berdiri sendiri. Variabel-variabel yang dijadikan ukuran antara lain net investment, acquisition activities dan acquisition dependency. Kesemuanya menghasilkan koefisien yang positif dan signifikan.


Selanjutnya mereka meneliti kebijakan finansial. Nyatanya terdapat korelasi yang positif antara struktur modal perusahaan spin-off dan induknya. Mereka memiliki leverage yang serupa. Hasil serupa juga didapat ketika menganalisa ukuran leverage lainnya, seperti interest coverage ratio. Sehingga, kelihatannya perusahaan spin-off mewarisi perilaku induknya dalam berutang. Misalnya, induk perusahaan yang memiliki leverage rendah cenderung untuk memiliki spin-off yang komposisi utangnya rendah.


Mereka juga menganalisa kebijakan dividen. Perusahaan induk dan spin-off-nya memiliki kebijakan payout yang serupa, Hasil yang didapatkan juga positif dan signifikan.


Selanjutnya, juga diteliti kebijakan operasional. Seperti kebijakan-kebijakan sebelumnya, hubungan antara kebijakan induk dan anak perusahaan dalam bidang R&D, pemasaran dan cost cutting policy juga positif dan signifikan. Oleh karena itu, kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah induk dan anak perusahaan memiliki budaya perusahaan yang sama, mereka menganut norma, kepercayaan dan ekspektasi yang sama mengenai perilaku perusahaan.


Teori ekonomi mengatakan bahwa budaya perusahaan cenderung untuk tetap selama periode yang panjang karena sangatlah mahal dan butuh waktu untuk mengubah norma, nilai dan kepercayaan yang dianut bersama dalam perusahaan. Oleh karena itu, mereka menguji apakah hubungan antara induk dan anak perusahaan bersifat jangka panjang, bukan hanya temporer. Hasilnya, lebih dari satu dekade setelah induk dan spin-off berpisah, ternyata mereka masih memiliki budaya yang serupa.


Jika budaya perusahaan memengaruhi kebijakan, maka diperkirakan berpengaruh pula terhadap kinerja finansial. Setelah dilakukan pengujian, ternyata hal ini terbukti. Induk yang kinerjanya baik cenderung untuk menghasikan spin-off yang kinerjanya baik pula. Sementara begitu pula sebaliknya. (Sumber: Cronqvist, H., Low, A., Nilsson, M. (2007).“Does Corporate Culture Matter for Firm Policies?”. http://www.ssrn.com.)


Pentingnya Peran Budaya Organisasi Dalam Menumbuhkan Pengetahuan Menjadi Nilai Tambah Bagi Organisasi

Tidak diragukan lagi, pengetahuan yang dibutuhkan oleh suatu organisasi sebagian besar berada di dalam diri manusia yang ada di organisasi tersebut. Pengetahuan itu dapat berupa kompetensi, keterampilan, keahlian, penalaran/analytical skills, hingga pengetahuan tacit yang sudah menjadi intuisi. Menurut Nonaka dan Takeuchi (1995), secara ontologis pengetahuan organisasi dapat dikelompokkan ke dalam beberapa tingkatan, yaitu: individu, kelompok dan organisasi. Mengelola pengetahuan individu jauh lebih mudah daripada memrosesnya hingga menjadi pengetahuan perusahaan. Dan perusahaan yang berhasil mengelola pengetahuan individu menjadi pengetahuan perusahaan akan mendapatkan sumber daya kompetitif yang sangat berharga dan unik.


Mengelola pengetahuan manusia membutuhkan cara-cara yang kompleks, yang tidak bisa serta-merta diterjemahkan menjadi sistem yang mekanistis, karena manusia diciptakan sangat beragam. Stephen R. Covey menyebutkan 4 aspek yang dimiliki oleh manusia, yaitu pikiran (mind), fisik (body), hati (heart) dan jiwa (spirit), dimana keempat-empatnya itu berada di bawah kendali masing-masing individu, dan setiap individu itu bersifat otonom.


Perusahaan tidak akan dapat memperoleh pengetahuan dari setiap individu secara optimal jika mereka tidak memberikannya secara sukarela. Mendapatkan pengetahuan individu saja, perusahaan tidak bisa memiliki kendali secara penuh, apalagi mendapatkan pengetahuan organisasi yang berasal dari masing-masing dari sejumlah individu dan hasil sinergi dari sejumlah individu tersebut. Ini merupakan tantangan yang tidak ringan, tak heran bila banyak perusahaan yang gagal melakukannya. Tidak ada pendekatan atau standar yang memastikan keberhasilannya, melainkan dibutuhkan keterampilan organisasi, khususnya pemimpin untuk secara jeli mengelola sekelompok manusia. Itulah sebabnya Karl Erick Sveiby mengatakan bahwa Knowledge Management sesungguhnya bukanlah merupakan "manajemen", tetapi lebih merupakan "seni" karena sifat relatifnya itu.


Mengelola pengetahuan perusahaan, meskipun berdasarkan uraian di atas sepertinya sangat sulit, bukan berarti perusahaan harus menyerah dengan kondisi tersebut, karena mau tidak mau pengetahuan organisasi yang berhasil diciptakan dari dinamika manusia tersebut sesungguhnya merupakan "the real competitive advantage" bagi sebuah organisasi. Untuk itu kita mengenal konsep budaya organisasi. Dalam framework Most Admired Knowledge Enterprise (MAKE) yang dikemukakan oleh Teleos, budaya organisasi merupakan fondasi atau landasan untuk membangun Knowledge Enterprise. Dalam era yang mengandalkan pengetahuan saat ini, dimana peranan manusia sebagai empunya pengetahuan menjadi sangat penting, pengembangan budaya organisasi menjadi titik kritis dalam menciptakan organisasi yang unggul.


Dari sudut pandang budaya, kita dapat mengelompokkan dua jenis organisasi, yaitu organisasi dengan budaya lemah (weak culture organization) dan organisasi yang memiliki budaya kuat (strong culture organization). Idealnya adalah organisasi yang berhasil membentuk budaya organisasi yang kuat karena di dalamnya terdapat individu-individu yang memiliki shared value yang konsisten dan memiliki tujuan dan perilaku yang sama dan efektif. Namun strong culture organization tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan perlu proses untuk dikembangkan. Pengembangan strong culture organization dilakukan dengan pengembangan terhadap beberapa komponen budaya, antara lain kemampuan adaptasi dengan lingkungan bisnis, pemilihan dan pengembangan nilai-nilai organisasi serta perilaku-perilaku utama yang membuat organisasi dapat unggul, penciptakan tokoh-tokoh budaya sebagai role model untuk memudahkan bagi semua anggota organisasi dalam mewujudkan perilaku yang ideal, pengembangan ritual, tidak memandang rendah terhadap ritual yang diciptakan sebagai rutinitas yang tidak berguna, melainkan mengarahkan ritual-ritual kepada penguatan nilai-nilai, dan membangun jejaring budaya. Komponen-komponen budaya tersebut dapat dikembangkan untuk mewujudkan budaya pembelajaran dan penciptaan pengetahuan organisasi.


Karena prosesnya kompleks, tak sedikit organisasi meminta bantuan pada konsultan untuk membangun budaya yang kuat dalam organisasi mereka. Peranan konsultan dalam proses ini bersifat sangat vital, karena memerlukan kekayaan pengalaman pengembangan budaya di berbagai organisasi. Seperti halnya setiap individu yang unik, budaya setiap organisasi juga unik dan sangat bervariasi. Keberadaan konsultan dapat mendefinisikan setiap nilai yang sesuasi dengan organisasi dan mengarahkan pengembangan budaya yang selaras. Dengan pengetahuan dan pengalaman konsultan dalam membangun budaya di berbagai organisasi, dapat mengurangi risiko kegagalan yang dapat mengakibatkan kekacauan budaya perusahaan yang ada dan menghilangkan kepercayaan karyawan yang berujung pada penurunan performansi perusahaan. Risiko ini lazim timbul dalam suatu proses perubahan (change) jika kurang dapat dikendalikan dengan baik.


Dan bila budaya organisasi berhasil dikembangkan dengan baik, ini memberikan lingkungan yang kondusif bagi individu di dalamnya untuk saling berbagi. Lingkungan yang kondusif ini bukan hanya diciptakan dari proses dan sistem yang ada di dalamnya, tetapi terutama pada perilaku individu dan nilai-nilai yang mereka anut. Organisasi yang membentuk budayanya menjadi budaya pembelajar akan membentuk perilaku individu-individu di dalamnya untuk saling berbagi dengan rekan-rekannya secara sukarela. Mereka juga akan mendokumentasikan dan menjadikan pengetahuannya sebagai bagian dari proses yang hidup dalam organisasi.


Romanus Kristiawan
Consultant
Dunamis Consulting




(Vibiznews - Strategic Management) - Menurut sudut pandang pers bisnis, para eksekutif dan konsultan manajemen, budaya perusahaan sangat berpengaruh terhadap pilihan kebijakan dan kinerja finansial perusahaan. Namun, studi empiris dalam ekonomi dan keuangan kurang memberikan perhatian terhadap peranan penting dari budaya organisasi dalam menjelaskan perilaku perusahaan, terutama karena disebabkan oleh sulitnya mengukur dan mengkalkulasi budaya organisasi.


Selain itu juga disebabkan oleh minimnya teori ekonomi yang menyatakan bahwa budaya organisasi adalah salah satu penentu dalam kebijakan perusahaan. Namun, seperti yang dikedepankan oleh Kreps (1990) dan Hermalin (2001), memahami budaya organisasi sangatlah penting jika kita ingin memahami pilihan kebijakan perusahaan dan terutama kinerjanya.


Apakah sebenarnya budaya organisasi itu? Dan mengapa ia mempengaruhi keputusan perusahaan? Budaya organisasi memiliki beberapa definisi. Definisi yang umum digunakan adalah serangkaian norma, nilai, kepercayaan dan preferensi yang dianut bersama oleh para manajer dan karyawannya. Menurut pandangan ini, budaya organisasi dapat mempengaruhi kebijakan perusahaan karena budaya menentukan perilaku yang tepat ketika perusahaan menghadapi situasi yang kompleks dan penuh ketidakpastian.


Motivasi dari penelitian mengenai pengaruh dari budaya organisasi terhadap kebijakan perusahaan selanjutnya dapat dilihat ketika mempertimbangkan bahwa banyak keanekaragaman dalam kebijakan perusahaan yang tidak dapat dijelaskan oleh model standar. Misalnya keputusan struktur modal perusahaan yang merupakan variabel kebijakan penting bagi sebagian besar perusahaan. Dalam penelitiannya, Lemmon, Roberts dan Zender menunjukkan bahwa efek firm-specific dapat menjelaskan lebih dari 90% variasi dari struktur modal pada perusahaan, sementara menurut model standar hanya 6%.


Mereka menyimpulkan bahwa determinan utama dari variasi cross section pada leverage adalah firm-specific dan time-invariant, dan untuk memahami keputusan struktur modal perusahaan harus diteliti faktor perusahaan yang tetap sepanjang periode yang lama. Salah satu faktor tersebut adalah budaya organisasi. Penelitian dari Cronqvist, low dan Nilsson berikut ini bermaksud untuk menyelidiki hubungan budaya organisasi dengan pilihan kebijakan perusahaan.


Hasil Penelitian
Perusahaan spin-off dan induknya memiliki kesamaan dalam kebijakan yang dipilihnya. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mewarisi perilaku dari induk perusahaannya bahkan setelah mereka berpisah dan berdiri sendiri. Variabel-variabel yang dijadikan ukuran antara lain net investment, acquisition activities dan acquisition dependency. Kesemuanya menghasilkan koefisien yang positif dan signifikan.


Selanjutnya mereka meneliti kebijakan finansial. Nyatanya terdapat korelasi yang positif antara struktur modal perusahaan spin-off dan induknya. Mereka memiliki leverage yang serupa. Hasil serupa juga didapat ketika menganalisa ukuran leverage lainnya, seperti interest coverage ratio. Sehingga, kelihatannya perusahaan spin-off mewarisi perilaku induknya dalam berutang. Misalnya, induk perusahaan yang memiliki leverage rendah cenderung untuk memiliki spin-off yang komposisi utangnya rendah.


Mereka juga menganalisa kebijakan dividen. Perusahaan induk dan spin-off-nya memiliki kebijakan payout yang serupa, Hasil yang didapatkan juga positif dan signifikan.


Selanjutnya, juga diteliti kebijakan operasional. Seperti kebijakan-kebijakan sebelumnya, hubungan antara kebijakan induk dan anak perusahaan dalam bidang R&D, pemasaran dan cost cutting policy juga positif dan signifikan. Oleh karena itu, kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah induk dan anak perusahaan memiliki budaya perusahaan yang sama, mereka menganut norma, kepercayaan dan ekspektasi yang sama mengenai perilaku perusahaan.


Teori ekonomi mengatakan bahwa budaya perusahaan cenderung untuk tetap selama periode yang panjang karena sangatlah mahal dan butuh waktu untuk mengubah norma, nilai dan kepercayaan yang dianut bersama dalam perusahaan. Oleh karena itu, mereka menguji apakah hubungan antara induk dan anak perusahaan bersifat jangka panjang, bukan hanya temporer. Hasilnya, lebih dari satu dekade setelah induk dan spin-off berpisah, ternyata mereka masih memiliki budaya yang serupa.


Jika budaya perusahaan memengaruhi kebijakan, maka diperkirakan berpengaruh pula terhadap kinerja finansial. Setelah dilakukan pengujian, ternyata hal ini terbukti. Induk yang kinerjanya baik cenderung untuk menghasikan spin-off yang kinerjanya baik pula. Sementara begitu pula sebaliknya. (Sumber: Cronqvist, H., Low, A., Nilsson, M. (2007).“Does Corporate Culture Matter for Firm Policies?”. http://www.ssrn.com.)


Sabtu, 19 Februari 2011

Analisa font pada MS Word

Nama : M.irdantio.J

kelas : 1DB13

Npm : 39110661


*Font Shruti : Font Shruti adalah font OpenType untuk naskah India - Gujarat. Hal ini didasarkan pada Unicode, berisi TrueType garis besar dan telah dirancang untuk digunakan sebagai font UI..



*Font Metalcore : Font metalcore adalah font yang di gunakan untuk menjadikan tulisan,menjadi tulisan metal dan font ini biasanya di gunakan pada design baju,pamflet di dalam band metal.




*Font Courier new : Font Courier new adalah font yang mirip persis dengan font di notepad,ataupun biasa kita temukan di saat kita melakukan open source di browser font ini mirip sekali dengan font pada script&bahasa HTML

Minggu, 05 Desember 2010

Membuat kertas berdansa

Langkah pertama:
Ambilah sebuah penggaris plastik, jikalau bisa gunakan penggaris yang tipis dan elastis, kemudian ambilah secarik kertas bekas yang sangat tipis pula. Kertas bekas yang biasa digunakan untuk pembungkus kue (kertas minyak) lebih disarankan untuk digunakan dalam percobaan ini karena sifatnya peka terhadap muatan listrik begitu pula penggaris yang sangat elastis tersebut.



Langkah kedua:
Sobek-sobeklah kertas tipis tadi menjadi bagian yang sangat kecil, kurang lebih sebesar 1 cm x 1 cm. Cobalah untuk menyobeknya menjadi kedalam bentuk 0.5 cm x 0.5 cm, maksudnya agar efek yang terjadi nantinya lebih menarik dan atraktif.



Langkah ketiga:
Ambilah penggaris tipis yang elastis tadi, dan mulailah menggosok kepada bagian lengan anda. Anda bisa menggosokkannya kepada rambut anda atau celana anda yang terbuat dari katun atau jeans (denim). Ingat ! janganlah anda menggosokkannya terlalu lama karena akan menimbulkan medan listrik yang besar dan kertas-kertas sobekkan tadi bisa menempel semua karena muatan listrik pada penggaris terlalu besar. Cobalah untuk menggosok 10 – 15 kali terlebih dahulu.




Langkah keempat:
Kumpulkan sobekkan-sobekkan kertas tipis tadi pada sebuah meja secara acak, aturlah agar kertas-kertas tersebut tidak bertumpuk dengan potongan-potongan satu sama lainnya. Setelah itu dekatkan penggaris yang sudah anda gosokkan tadi diatas sobekkan kertas yang telah terkumpul. Cobalah untuk mendekatkan atau menjauhkan jarak penampang penggaris dengan bidang sobekkan kertas sehingga terjadi efek kertas-kertas yang akan saling berebutan menempel kepada bidang penggaris. buatlah agar sobekkan kertas tersebut tidak menempel semua kepada penggaris, sehingga mereka terkadang berdiri, melayang, menempel dan jatuh lagi.



Gerak-gerakkanlah penggaris yang sudah bermuatan listrik agar sobekkan-sobekkan kertas tersebut ber-”Dansa”. Jika muatan listrik pada penggaris sudah habis, gosokkanlah lagi kepada bidang lengan anda atau rambut atau lainnya dan lakukan lagi langkah keempat.

Rabu, 01 Desember 2010

Membuat kue brownies



Kue brownies adalah kue yang rata rata campuran dalam memasaknya adalah dengan bahan coklat cara membuat kue brownies juga susah susah gampang, ada yang perlu belajar dulu selama seminggu dan ada juga yang sehari langsung bisa membuat kue brownies ini. sesuai dengan kata brownies yang artinya kecoklatan tapi terkadang malah ada kue ini yang agak kehitam hitaman, mungkin gara gara bahan coklatnya yang benar hitam kali yah .Dalam cara membuat blog ini saya mau post taentang masalah kue brownies yang memang sangat nikmat dijadikan cemilan bareng dengan teh hangat di pagi hari, kue yang rasanya sangat manis dan mengandung kalori tinggi tidak disarankan yang sudah mempunyai badan gemuk, soalnya takut nanti malah bertambah gemuk.

Seni memasak brownies adalah kesabaran dan cita rasa, jika rasa yang dihasilkan oleh kue ini sanggup menggugah selera makan para enikmatnya maka kemungkinan besar di kemudian hari bisnis kue bisa kita dirikan dalam rangka masak kue brownis demi uang, kan enak tuh bisa menyalurkan hobi masak sambil dapat uang dari jualannya.Bisnis ini memang sudah terbilang umum , namun jika anda adalah seorang pesaing dan punya hasrat tinggi untuk menang sebagai kompeitor maka tidak ada salahnya untuk sedikit mencoba

Resep kue brownies
Bahan Adonan Cokelat :

* 100 g mentega
100 g cokelat bubuk berkualitas bagus
200 g gula pasir
1/2 sdt vanili bubuk
2 butir telur ayam, kocok

Ayak jadi satu :

* 75 g tepung terigu
1/2 sdt baking powder
1/4 sdt garam

Adonan Keju:

* 150 g cream cheese/keju krim
3 sdm mentega, kocok hingga lembut
3 sdm gula pasir
2 butir telur ayam
1/4 sdt vanili bubuk
4 sdm tepung terigu

Cara membuat:

* # Siapkan loyang segi empat 20×20×4 cm. Semir margarin dan taburi sedikit tepung terigu.
# Adonan Cokelat: Campur mentega dan cokelat bubuk.
# Jerangkan di atas api kecil hingga meleleh. Angkat.
# Tambahkan gula dan vanili, aduk rata.
# Tambahkan telur, aduk rata.
# Masukkan campuran terigu, aduk rata. Sisihkan.
# Adonan Keju: Kocok cream cheese hingga lembut.
# Tambahkan mentega, gula, telur dan vanili sambil kocok rata.
# Tambahkan terigu, aduk rata.
# Penyelesaian: Taruh 1 sdm penuh adonan cokelat di dasar loyang. Taruh di sisinya 1 sdm adonan keju. Kerjakan berselang-seling hingga adonan habis dan loyang tertutup adonan.
# Dengan pisau atau garpu buat gerakan zigzag pada adonan hingga terbentuk pola marmer.
# Panggang dalam oven panas 180 C selam 45 menit hingga kue matang.
# Angkat, dinginkan. Potong-potong dan sajikan.

Untuk 25 potong

TIPS MEMBUAT ICE CREAM

Pembuatan ice cream bisa dilakukan dengan 2 cara :
1. Dengan menggunakan alat khusus untuk membuat ice cream (ice cream maker)
2. Manual / tradisional, dengan memanfaatkan mixer/blender dan kotak pembeku dalam lemari es/freezer

Bahan2 dasar untuk membuat ice cream :
1. Susu
• Susu segar
• Susu bubuk
• Susu Evapored
• Susu asam (yogurt)
• Susu kental manis
• Susu skim (susu bebas / rendah lemak)

2. Santan
3. Kuning Telur
4. Cream
• Whipped cream
• Cream
5. Maizena / gelatin / agar2
6. Gula pasir / sirup
7. Garam

Penambah cita rasa ice cream
1. Aneka juice / potongan buah2an
2. Coklat
3. Kopi
4. Sirup / madu
5. Karamel
6. Aneka esens
7. Aneka pewarna makanan (jika perlu)

Variasi Makanan pelengkap ice cream
1. Potongan cake, bolu
2. Crepe (kue dadar)
3. Buah2an
4. Aneka minuman
5. Kacang2an
6. Kue kering
7. Wafer
8. Coklat iris

Empat langkah mudah membuat ice cream dengan cara manual
1. Kocok kuning telur dan gula
2. Tuangkan adonan susu yg sudah dingin, sedikit demi sedikit sambil terus dikocok agar kuning telur mengembang. Jika ada campuran bahan tambahan, masukkan pada tahap kedua ini, misalnya jus buah, coklat, kopi cair, esens, dll.
3. Teruskan mengocok sampai adonan mengembang, tutup dengan plastik agar tidak terbentuk langit2 (lapisan keras), lalu bekukan di dalam freezer sampai 3-4 jam.
4. Setelah ½ beku , keluarkan, kocok lagi sampai adonan ice cream mengembang (karena udara banyak masuk), bekukan kembali sampai 3-4 jam lagi. Lakukan hal yg sama sampai 2-3 jam kali pengocokan

Tips tambahan
1. Selama proses pengocokan, lakukanlah di dalam wadah berisi potongan2 es batu agar tetap dingin
2. Pada waktu adonan ice cream dibekukan, gunakanlah wadah tertutup dari plastik
3. Jika akan membuat casasta (ice cream lapis) cetaklah di dalam lloyang bolu segiempat yg dilapisi plastik terlebih dahulu.

Teeetttteretereeeeeeeeeeeettttttt...
es krim datang............

Sabtu, 13 November 2010

Sekilas tentang Fotografi



Kata photography berasal dari kata photo yang berarti cahaya dan graph yang berarti gambar. Jadi photography bias diartikan menggambar/melukis dengan cahaya. Jenis-jenis kamera, Kamera film, sekarang juga disebut dengan kamera analog oleh beberapa orang.


Format film


Sebelum kita melangkah ke jenis-jenis kamera film ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu berbagai macam format/ukuran film.

- APS, Advanced Photography System. Format kecil dengan ukuran film 16x24mm, dikemas dalam cartridge. Meski format ini tergolong baru, namun tidak populer. Toko yang menjual film jenis ini susah dicari di Indonesia.

- Format 135. Dikenal juga dengan film 35mm. Mempunyai ukuran 24x36mm, dikemas dalam bentuk cartridge berisi 20 atau 36 frame. Format ini adalah format yang paling populer, banyak kita temui di sekitar kita.

- Medium format

- Large format



Jenis Film


- Film B/W, film negatif hitam putih.

- Film negatif warna. Paling populer, sering kita pakai.

- Film positif, biasa juga disebut slide. Lebih mahal dan rawan overexposure. Meski demikian warna-warna yang dihasilkan lebih bagus karena dapat menangkap rentang kontras yang lebih luas.Jenis-jenis kameraPocket/compact.


Kamera saku. Populer bagi orang awam, sederhana dan mudah dioperasikan. Menggunakan film format 35mm.


- Rangefinder. Kamera pencari jarak. Kecil, sekilas mirip dengan kamera saku. Bedanya, kamera ini mempunyai mekanisme fokusing (karenanya disebut rangefinder). Umumnya menggunakan film format 35mm.

- SLR, Single Lens Reflex. Kamera refleks lensa tunggal. Populer di kalangan profesional, amatir dan hobis. Umumnyamempunyai lensa yang dapat diganti. Menggunakan film format 35mm. Disebut juga kamera sistem.

- TLR, Twin Lens Reflex. Kamera refleks lensa ganda. Biasanya menggunakan format medium. Viewfinder. Biasanya menggunakan format medium. Kamera manual dan kamera otomatis. Kamera-kamera SLR terbaru umumnya sudah dilengkapi sistem autofokus dan autoexposure namun masih dapat dioperasikan secara manual. Kamera digital. Menggunakan sensor digital sebagai pengganti film.

- Consumer. Kamera saku, murah, mudah pemakaiannya. Lensa tak dapat diganti. Sebagian besar hanya punya mode full-otomatis. Just point and shoot. Beberapa, seperti Canon seri A, memiliki mode manual.

- Prosumer. Kamera SLR-like, harga menengah. Lensa tak dapat diganti. Shooting Mode manual dan auto.3.


DSLR.


Digital SLR. Lensa, mata dari kamera, secara umum menentukan kualitas foto yang dihasilkan lensa memiliki 2 properties penting yaitu panjang fokal dan aperture maksimum.


Field of View (FOV) tiap lensa memiliki FOV yang lebarnya tergantung dari panjang fokalnya dan luas film/sensor yang digunakan.


Field of View Crop, sering disebut secara salah kaprah dengan focal length multiplier. Hampir semua kamera digital memiliki ukuran sensor yang lebih kecil dari pada film 35mm, maka pada field of view kamera digital lebih kecil dari pada kamera 35mm. Misal lensa 50 mm pada Nikon D70 memiliki FOV yang sama dengan lensa 75mm pada kamera film 35mm (FOV crop factor 1.5x) Jenis-jenis Lensaa. berdasarkan prime-vario.


- Fixed focal/Prime, memiliki panjang fokal tetap, misal Fujinon 35mm F/3.5 memiliki panjang fokal 35 mm. Lensa prime kurang fleksibel, namun kualitasnya lebih tinggi daripada lensa zoom pada harga yang sama.

- Zoom/Vario, memiliki panjang fokal yang dapat diubah, misal Canon EF-S 18-55mm F/3.5-5.6 memiliki panjang fokal yang dapat diubah dari 18 mm sampai 55 mm. Fleksibel karena panjang fokalnya yang dapat diatur.b. berdasarkan panjang focal

- Wide, lensa dengan FOV lebar, panjang fokal 35 mm atau kurang. Biasanya digunakan untuk memotret pemandangan dan gedung.

- Normal, panjang fokal sekitar 50 mm. Lensa serbaguna, cepat dan harganya murah.3. Tele, lensa dengan FOV sempit, panjang fokal 70mm atau lebih. Untuk memotret dari jarak jauh. berdasarkan aperture maksimumnya.

- Cepat, memiliki aperture maksimum yang lebar.

- Lambat, memiliki aperture maksimum sempit.d. lensa-lensa khusus

- Lensa Makro, digunakan untuk memotret dari jarak dekat

- Lensa Tilt and Shift, bisa dibengkokan.


Ketentuan lensa lebar/tele (berdasarkan panjang focal) di atas berlaku untuk kamera film 35mm. Lensa Nikkor 50 mm menjadi lensa normal pada kamera film 35mm, tapi menjadi lensa tele jika digunakan pada kamera digital Nikon D70. Pada Nikon D70 FOV Nikkor 50 mm setara dengan FOV lensa 75 mm pada kamera film 35mm.


Peralatan bantu lain


Tripod, diperlukan untuk pemotretan dengan kecepatan lambat. Pada kecepatan lambat, menghindari goyangan kamera jika dipegang dengan tangan (handheld). Secara umum kecepatan minimal handhel adalah 1/focal.Membawa tripod saat hunting bisa merepotkan. Untuk keperluan hunting biasanya tripod yang dibawa adalah tripod yang ringan dan kecil. Monopod, mirip tripod, kaki satu. Lebih mudah dibawa. Hanya dapat menghilangkan goyangan vertikal saja. Flash/blitz/lampu kilat, untuk menerangai obyek dalam kondisi gelap. Filter, untuk menyaring cahaya yang masuk. Menyaring cahaya UV agar tidak terjadi hazy pada foto-foto bayangan pada permukaan non logam. Bisa juga untuk menambah kontras langit.Exposure, jumlah cahaya yang masuk ke kamera, tergantung dari aperture dan kecepatan.


Aperture/diafragma. Makin besar aperture makin banyak cahaya yang masuk. Aperture dinyatakan dengan angka angka antara lain sebagai berikut: f/1,4 f/2 f/3,5 f/5.6 f/8. semakin besar angkanya (f number), aperture makin kecil aperturenya.


Shutter speed/kecepatan rana. Makin cepat, makin sedikit cahaya yang masuk.


ISO, menyatakan sensitivitas sensor/film. Makin tinggi ISOnya maka jumlah cahaya yang dibutuhkan makin sedikit. Film ISO 100 memerlukan jumlah cahaya 2 kali film ISO 200.Contoh: kombinasi diafragma










f/5.6 kec. 1/500 pada ISO 100 setara dengan diafragma f/8 kec 1/500 atau f/5.6 kec. 1/1000 pada ISO 200.Exposure

meter, pengukur cahaya. Hampir tiap kamera modern memiliki pengukur cahaya internal. Selain itu juga tersedia

pengukur cahaya eksternal.Exposure metering (sering disingkat dengan metering saja), metode pengukuran cahaya

- Average metering, mengukur cahaya rata-rata seluruh frame.

- Center-weighted average metering, mengukur cahaya rata-rata dengan titik berat bagian tengah.

- Matrix/Evaluative metering, Mengukur cahaya di berbagai bagian dari frame, untuk kemudian dikalkulasi dengan

metode-metode otomatis tertentu.

- Spot metering, mengukur cahaya hanya pada bagian kecil di tengah frame saja.Exposure compensation, 18% grey.

Exposure meter selalu mengukur cahaya dan menhasilkan pengukuran sehingga terang foto yang dihasilkan berkisar

pada 18% grey. Jadi kalau kita membidik sebidang kain putih dan menggunakan seting exposure sebagaimana yang

ditunjukan oleh meter, maka kain putih tersebut akan menjadi abu-abu dalam foto. Untuk mengatasi hal tersebut kita

harus melakukan exposure compensation. Exposure kita tambah sehingga kain menjadi putih.Under exposured, foto

terlalu gelap karena kurang exposure.Over exposured, foto terlalu terang karena kelebihan exposureIstilah stop. Naik 1

stop, artinya exposure dinaikkan menjadi 2 kali. Naik 2 stop, artinya exposure dinaikkan menjadi 4 kali. Turun 1 stop

exposure diturunkan menjadi 1/2 kali. Turun 2 stop exposure diturunkan menjadi 1/4 kali.Kenaikan 1 stop pada aperture

sebagai berikut: f/22; f/16; f/11; f/8; f/5,6; f/4; f/2,8; f/2. Beda f number tiap stop adalah 0,7 kali (1/Ö2).Kenaikan 1 stop

pada kec. Rana sebagai berikut: 1/2000; 1/1000; 1/500; 1/250; 1/125; 1/60; 1/30; 1/15; 1/8; 1/4; 1/2; 1. Beda speed tiap

stop adalah 2 kali. DOF, Depth of Field, kedalaman medan. DOF adalah daerah tajam di sekitar fokus.Kedalaman medan

dipengaruhi oleh besar aperture, panjang fokal, dan jarak ke obyek.

- Aperture, semakin besar aperture (f number makin kecil) maka DOF akan makin dangkal/sempit.

- Panjang fokal (riil), semakin panjang fokal, DOF makin dangkal/sempit.

- Jarak ke obyek, semakin dekat jarak ke obyek maka DOF makin dangkal/sempit.Pemilihan DOF§ Jika DOF sempit,

FG dan BG akan blur. DOF sempit digunakan jika kita ingin mengisolasi/menonjolkan obyek dari lingkungan sekitarnya

misalnya pada foto-foto portrait atau foto bunga.§ Jika DOF lebar, FG dan BG tampak lebih tajam. DOF lebar digunakan

jika kita menginginkan hampir seluruh bagian pada foto nampak tajam, seperti pada foto landscape atau foto jurnalistik.

Shooting modeMode auto, mode point and shoot, tinggal bidik dan jepret.

- Full auto, kamera yang menentukan semua parameter.

- Portrait, kamera menggunakan aperture terbesar untuk menyempitkan DOF.

- Landscape, kamera menggunakan aperture terkecil.

- Nightscene, menggunakan kecepatan lambat dan flash untuk menangkap obyek dan BG sekaligus.

- Fast shuter speed

- Slow shutter speedCreative zone

- P, program AE. Mirip dengan mode auto dengan kontrol lebih. Dengan mode ini kita bisa mengontrol exposure

compensation, ISO, metering mode, Auto/manual fokus, white balance, flash on/off, dan continues shooting.

- Tv, shutter speed priority AE. Kita menetukan speed, kamera akan menghitung aperture yang tepat.

- Av, aperture priority AE. Kita menentukan aperture, kamera mengatur speed.

- M, manual exposure. Kita yang menentukan aperture dan speed secara manual. Komposisi dan Angle.Komposisi

adalah penempatan obyek dalam frame fotoAngle adalah sudut pemotretan, dari bawah, atas, atau sejajar.Komposisi
dan angle lebih menyangkut ke seni dari fotografi. Faktor selera fotografer sangat besar pengaruhnya.

Jumat, 29 Oktober 2010

ANALISA BAAK
Sebagai seorang mahasiswa Universitas GUNADARMA, kita tentu harus mengetahui informasi tentang jadwal kuliah, mata kuliah, dan informasi - informasi lain yang berhubungan dengan kampus kita tercinta Universitas Gunadarma. Salah satu tempat yang tepat untuk mencari informasi - informasi tersebut adalah di BAAK.

Apa itu BAAK? dan apa tugas BAAK?
BAAK (Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan) Universitas Gunadarma adalah biro yang menangani segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di Universitas Gunadarma dan administrasi akademik bagi seluruh mahasiswa Universitas Gunadarma.
Jadi, seluruh informasi kegiatan kampus dapat dilihat / ditanyakan di BAAK.

Fitur - fitur yang tersedia di BAAK, antara lain :
--> Info Jadwal dan perubahan jadwal kuliah
--> BAAK Online, tempat untuk tanya jawab melalui e-mail
--> Berita seputar kegiatan yang diadakan oleh kampus
dan banyak fitur - fitur lainnya.

Kelebihan dari BAAK :
--> Menyediakan informasi yang berguna bagi mahasiswa
--> Mudah diakses melalui internet
--> Menyediakan kabar / berita yg up to date

Kekurangan dari BAAK :
--> Jam pelayanan di loket BAAK terbatas
--> Jika bertanya via e-mail harus menunggu agak lama untuk di balas.

Sekian yang bisa saya jelaskan tentang BAAK, semoga informasi ini dapat berguna.

M.IRDANTIO.J
39110661
1DB13

Minggu, 24 Oktober 2010

Pengertian Hacker dan Cracker

1. Hacker

Hacker adalah sebutan untuk orang atau sekelompok orang yang memberikan sumbangan bermanfaat untuk dunia jaringan dan sistem operasi, membuat program bantuan untuk dunia jaringan dan komputer.Hacker juga bisa di kategorikan perkerjaan yang dilakukan untuk mencari kelemahan suatu system dan memberikan ide atau pendapat yang bisa memperbaiki kelemahan system yang di temukannya.

2. Cracker

Sedangkan cracker adalah sebutan untuk orang yang mencari kelemahan system dan memasukinya untuk kepentingan pribadi dan mencari keuntungan dari system yang di masuki seperti: pencurian data, penghapusan, dan banyak yang lainnya.

Hirarki / Tingkatan Hacker

Ternyata Hacker juga mempunyai tingkatan-tingkatan, tiap tingkatan di bedakan dengan kemampuan dan ilmu yang dimiliki sang hacker :

1.Elite

Ciri-ciri : mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global, melakukan pemrogramman setiap harinya, effisien & trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat, tidak menghancurkan data-data, dan selalu mengikuti peraturan yang ada. Tingkat Elite ini sering disebut sebagai ‘suhu’.

2.Semi Elite

Ciri-ciri : lebih muda dari golongan elite, mempunyai kemampuan & pengetahuan luas tentang komputer, mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya), kemampuan programnya cukup untuk mengubah program eksploit.

3.Developed Kiddie

Ciri-ciri : umurnya masih muda (ABG) & masih sekolah, mereka membaca tentang metoda hacking & caranya di berbagai kesempatan, mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil & memproklamirkan kemenangan ke lainnya, umumnya masih menggunakan Grafik User Interface (GUI) & baru belajar basic dari UNIX tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.

4.Script Kiddie

Ciri-ciri : seperti developed kiddie dan juga seperti Lamers, mereka hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal, tidak lepas dari GUI, hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet.

5.Lammer

Ciri-ciri : tidak mempunyai pengalaman & pengetahuan tapi ingin menjadi hacker sehingga lamer sering disebut sebagai ‘wanna-be’ hacker, penggunaan komputer mereka terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit, melakukan hacking dengan menggunakan software trojan, nuke & DoS, suka menyombongkan diri melalui IRC channel, dan sebagainya. Karena banyak kekurangannya untuk mencapai elite, dalam perkembangannya mereka hanya akan sampai level developed kiddie atau script kiddie saja

Senin, 18 Oktober 2010

MARI KITA LIHAT SEJARAH VIRUS BERKEMBANG

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Virus yang pertama kali muncul di dunia ini bernama [Elk Cloner] lahir kira-kira
tahun 1981 di TEXAS A&M. Menyebar melalui disket Apple II yang ada operating
systemnya. Sang perusak ini mendisplay pesan di layar : “It will get on all your disks-It
will infiltrate your chips–yes it is Cloner!-It will stick to you like glue-It will modify
RAM too-send in the Cloner!”

Nama “Virus” itu sendiiri baru dibeberkan setelah 2 tahun kelahirannya oleh Len
Adleman pada 3 November 1983 dalam sebuah seminar yang membahas cara membuat
virus and memproteksi diri dari virus. Tapi orang-orangorang sering menganggap bahwa
virus yang pertama kali muncul adalah virus [Brain] yang justru lahir tahun 1986. Wajar
saja, soalnya virus ini yang paling menggemparkan dan paling meluas penyebarannya
karena menjalar melalui disket DOS yang waktu itu lagi ngetrend. Lahirnya juga
bersamaan dengan [PC-Write Trojan] dan [Vindent]

Mulai saat itu, `virus mulai menguasai dunia. Perkembangannya mengerikan dan
menakutkan ! berselang satu tahun muncul virus pertama yang menginfeksi file. Biasanya
yang diserang adalah file yang berekstensi *.exe Virus ini bernama [suriv] termasuk
dalam golongan virus “jerussalem”. Kecepatan penyebarannya cukup ‘menggetarkan
hati’ untuk saat itu. Tapi virus ini tidak terlalu jahat soalnya virus ini menghantam dan
menghajar mainframe-nya IBM tidak lama-lama, hanya setahun.

Tahun 1988, muncul serangan BESAR terhadap Machintosh oleh virus [MacMag]
dan [scores] dan jaringan Internet dihajar habis-habisan oleh virus buatan Robert Morris.
Tahun 1989 ada orang iseng yang ngirim file “AIDS information program” dan
celakanya, begitu file ini dibuka, yang didapat bukannya info tentang AIDS, tapi virus
yang mengenskrypsi harddisk dan meminta bayaran untuk kode pembukanya.

Sejak saat itu, penyebaran virus sudah tidak terhitung lagi. Akan tetapi dampak
yang ditimbulkan tidak terlalu besar. Baru tahun 1995 muncul serangan besar-besaran.
Tidak tanggung-tanggung, mereka menyerang perusahaan-perusahaan besar diantaranya
Griffith Air Force Base, Korean Atomic Research Institute, NASA, IBM dan masih
banyak PERUSAHAAN RAKSASA lain yang dianiaya oleh “INETRNET LIBERATION
FRONT” di hari ~Thanksgiving~. Karena keberanian dan kedahsyatan serangan itu,
tahun 1995 dijuluki sebagai tahunnya para Hacker dan Cracker.
B. Permasalahan
Para Cracker memang tidak pernah puas. Setiap muncul sistem operasi
atau program baru, mereka sudah siap dengan virus barunya. anda yang sering mengetik
1

dengan MS Word mungkin pernah nemuin virus Titassic. Ini virus local asli Indonesia
dan uniknya, virus ini mengingatkan kita buat sholat tepat pada waktunya. Tapi jangan
salah, virus macro yang punya judul [concept]ini juga bisa berhati jahat dan ganas.
Soalnya si alim yang jahat ini bakalan ngemusnahin 80% file-file data and program
korbannya.

Nah, seiring dengan perkembangan teknologi, muncul virus pertama yang
mengkombinasi virus macro dan worm. Namanya cukup manis [Melissa]. Tapi ngga’
semanis namanya, virus ini bakalan menyebar ke orang lain lewat E-Mail and yang
paling menyakitkan, ia bakalan nyebar ke semua alamat E-Mail yang ada di address
book-mu. Dan saat ini muncul jutaan virus yang bergentayangan ngga’ karuan di alam
Internet.
gmcj.wordpress.com
C. Maksud dan Tujuan
- untuk mengetahui jenis-jenis virus serta sejarah perkembangan virus
- untuk menambah pengetahuan tentang virus agar komputer tidak mudah
terkena virus.
- Sebagai Syarat Ujian akhir Semester
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Virus

" A program that can infect other programs by modifying them to include
a slighty altered copy of itself.A virus can spread throughout a computer
system or network using the authorization of every user using it to
infect their programs. Every programs that gets infected can also act as
a virus that infection grows “
( Fred Cohen )

Pertama kali istilah “virus” digunakan oleh Fred Cohen pada tahun 1984 di
Amerika Serikat. Virus komputer dinamakan “Virus” karena memiliki beberapa
persamaan mendasar dengan virus pada istilah kedokteran(biological viruses).
Virus komputer bisa diartikan sebagai suatu program komputer biasa.Tetapi
memiliki perbedaan yang mendasar dengan program-program lainnya,yaitu
virus dibuat untuk menulari program-program lainnya, mengubah,

memanipulasinya bahkan sampai merusaknya. Ada yang perlu dicatat disini,
virus hanya akan menulari apabila program pemicu atau program yang telah
terinfeksi tadi dieksekusi, disinilah perbedaannya dengan "worm". Tulisan
ini tidak akan bahas worm karena nanti akan mengalihkan kita dari
pembahasan mengenai virus ini.
B.KRITERIA VIRUS
Suatu program yang disebut virus baru dapat dikatakan adalah benar benar
virus apabila minimal memiliki 5 kriteria :
1.
Kemampuan suatu virus untuk mendapatkan informasi
2.
Kemampuannya untuk memeriksa suatu program
3.
Kemampuannya untuk menggandakan diri dan menularkan
4.
Kemampuannya melakukan manipulasi
5.
Kemampuannya untuk menyembunyikan diri.
Sekarang akan coba dijelaskan dengan singkat apa yang dimaksud dari tiap
-tiap kemampuan itu dan mengapa ini sangat diperlukan.
3
1.Kemampuan untuk mendapatkan informasi

Pada umumnya suatu virus memerlukan daftar nama-nama file yang ada dalam
suatu directory, untuk apa? agar dia dapat mengenali program program apa
saja yang akan dia tulari,semisal virus makro yang akan menginfeksi semua
file berekstensi *.doc setelah virus itu menemukannya, disinilah kemampuan
mengumpulkan informasi itu diperlukan agar virus dapat membuat daftar/
data semua file, terus memilahnya dengan mencari file-file yang bisa
ditulari.Biasanya data ini tercipta saat program yang tertular/terinfeksi
atau bahkan program virus ini dieksekusi. Sang virus akan segera melakukan
pengumpulan data dan menaruhnya di RAM (biasanya :P ) , sehingga apabila
komputer dimatikan semua data hilang tetapi akan tercipta setiap program
bervirus dijalankan dan biasanya dibuat sebagai hidden file oleh virus .
2.Kemampuan memeriksa suat program

Suatu virus juga harus bias untuk memeriksa suatu program yang akan
ditulari, misalnya ia bertugas menulari program berekstensi *.doc, dia
harus memeriksa apakah file dokumen ini telah terinfeksi ataupun belum,
karena jika sudah maka dia akan percuma menularinya 2 kali. Ini sangat
berguna untuk meningkatkan kemampuan suatu virus dalam hal kecepatan
menginfeksi suatu file/program.Yang umum dilakukan oleh virus adalah
memiliki/ memberi tanda pada file/program yang telah terinfeksi

sehingga mudah untuk dikenali oleh virus tersebut . Contoh penandaan adalah misalnya memberikan suatu byte yang unik disetiap file yang telah terinfeksi.
3.Kemampuan untuk menggandakan diri

Kalo ini emang virus "bang-get", maksudnya tanpa ini tak adalah virus.
Inti dari virus adalah kemampuan mengandakan diri dengan cara menulari
program lainnya. Suatu virus apabila telah menemukan calon korbannya
(baik file atau program) maka ia akan mengenalinya dengan memeriksanya,
jika belum terinfeksi maka sang virus akan memulai aksinya untuk menulari
dengan cara menuliskan byte pengenal pada program/ file tersebut,dan
seterusnya mengcopikan/menulis kode objek virus diatas file/program
yang diinfeksi. Beberapa cara umum yang dilakukan oleh virus untuk
menulari/ menggandakan dirinya adalah:

a.File/Program yang akan ditulari dihapus atau diubah namanya. kemudian
diciptakan suatu file menggunakan nama itu dengan menggunakan virus
tersebut (maksudnya virus mengganti namanya dengan nama file yang dihapus)
b.Program virus yang sudah di eksekusi/load ke memori akan langsung
menulari file-file lain dengan cara menumpangi seluruh file/program
yang ada.
4
4.Kemampuan mengadakan manipulasi

Rutin (routine) yang dimiliki suatu virus akan dijalankan setelah virus
menulari suatu file/program. isi dari suatu rutin ini dapat beragam
mulai dari yang teringan sampai pengrusakan. rutin ini umumnya digunakan
untuk memanipulasi program ataupun mempopulerkan pembuatnya! Rutin ini
memanfaatkan kemampuan dari suatu sistem operasi (Operating System) ,
sehingga memiliki kemampuan yang sama dengan yang dimiliki sistem
operasi. misal:

a.Membuat gambar atau pesan pada monitor
b.Mengganti/mengubah ubah label dari tiap file,direktori,atau label dari
drive di pc
c.Memanipulasi program/file yang ditulari
d.Merusak program/file
e.Mengacaukan kerja printer , dsb
5.Kemampuan Menyembunyikan diri

Kemampuan Menyembunyikan diri ini harus dimiliki oleh suatu virus agar semua
pekerjaan baik dari awal sampai berhasilnya penularan dapat terlaksana.
langkah langkah yang biasa dilakukan adalah:

-Program asli/virus disimpan dalam bentuk kode mesin dan digabung dengan
program lain yang dianggap berguna oleh pemakai.
-Program virus diletakkan pada Boot Record atau track yang jarang
diperhatikan oleh komputer itu sendiri
-Program virus dibuat sependek mungkin, dan hasil file yang diinfeksi tidak
berubah ukurannya
-Virus tidak mengubah keterangan waktu suatu file
-dll
C. SIKLUS HIDUP VIRUS
Siklus hidup virus secara umum, melalui 4 tahap:

o Dormant phase ( Fase Istirahat/Tidur )
Pada fase ini virus tidaklah aktif. Virus akan diaktifkan oleh suatu kondisi
tertentu, semisal:tanggal yang ditentukan,kehadiran program lain/dieksekusinya
program lain, dsb. Tidak semua virus melalui fase ini

o Propagation phase ( Fase Penyebaran )
Pada fase ini virus akan mengkopikan dirinya kepada suatu program atau
ke suatu tempat dari media storage (baik hardisk, ram dsb). Setiap
program yang terinfeksi akan menjadi hasil “klonning” virus tersebut
5
(tergantung cara virus tersebut menginfeksinya)

o Trigerring phase ( Fase Aktif )
Di fase ini virus tersebut akan aktif dan hal ini juga di picu oleh beberapa
kondisi seperti pada Dormant phase

o Execution phase ( Fase Eksekusi )
Pada Fase inilah virus yang telah aktif tadi akan melakukan fungsinya.
Seperti menghapus file, menampilkan pesan-pesan, dsb
D. JENIS – JENIS VIRUS

Untuk lebih mempertajam pengetahuan kita tentang virus, Aku akan coba memberikan penjelasan tentang jenis-jenis virus yang sering berkeliaran di dunia cyber.
1.Virus Makro

Jenis Virus ini pasti sudah sangat sering kita dengar.Virus ini ditulis
dengan bahasa pemrograman dari suatu aplikasi bukan dengan bahasa
pemrograman dari suatu Operating System. Virus ini dapat berjalan apabila
aplikasi pembentuknya dapat berjalan dengan baik, maksudnya jika pada
komputer mac dapat menjalankan aplikasi word maka virus ini bekerja pada
komputer bersistem operasi Mac.
contoh virus:

-variant W97M, misal W97M.Panther
panjang 1234 bytes,
akanmenginfeksi NORMAL.DOT dan menginfeksi dokumen apabila dibuka.
-WM.Twno.A;TW
panjang 41984 bytes,
akan menginfeksi Dokumen Ms.Word yang menggunakan bahasa makro, biasanya
berekstensi *.DOT dan *.DOC
-dll
2.Virus Boot Sector

Virus Boot sector ini sudah umum sekali menyebar.Virus ini dalam
menggandakan
dirinya akan memindahkan atau menggantikan boot sector asli dengan program
booting virus. Sehingga saat terjadi booting maka virus akan di load kememori
dan selanjutnya virus akan mempunyai kemampuan mengendalikan hardware standar
(ex::monitor, printer dsb) dan dari memori ini pula virus akan menyebar
eseluruh drive yang ada dan terhubung kekomputer (ex: floopy, drive lain
selain drive c).
contoh virus :
6

-varian virus wyx
ex: wyx.C(B) menginfeksi boot record dan floopy ;
panjang :520 bytes;
karakteristik : memory resident dan terenkripsi)
-varian V-sign :
menginfeksi : Master boot record ;
panjang 520 bytes;
karakteristik: menetap di memori (memory resident),terenkripsi, dan polymorphic)
-Stoned.june 4th/ bloody!:
menginfeksi : Master boot record dan floopy;
panjang 520 bytes;
karakteristik: menetap di memori (memory resident), terenkripsi dan menampilkan
pesan"Bloody!june 4th 1989" setelah komputer melakukan booting sebanyak 128 kali
3.Stealth Virus

Virus ini akan menguasai tabel tabel interupt pada DOS yang sering kita kenal
dengan "Interrupt interceptor" . virus ini berkemampuan untuk mengendalikan
instruksi instruksi level DOS dan biasanya mereka tersembunyi sesuai namanya
baik secara penuh ataupun ukurannya .
contoh virus:
-Yankee.XPEH.4928,
menginfeksi file *.COM dan *.EXE ;
panjang 4298 bytes;
karakteristik: menetap di memori, ukurantersembunyi, memiliki pemicu
-WXYC (yang termasuk kategori boot record pun karena masuk kategri stealth
dimasukkan pula disini), menginfeksi floopy an motherboot record;
panjang 520 bytes;
menetap di memori; ukuran dan virus tersembunyi.
-Vmem(s):
menginfeksi file file *.EXE, *.SYS, dan *.COM ;
panjang fie 3275 bytes;
karakteristik:menetap di memori, ukuran tersembunyi, di enkripsi.
-dll
4.Polymorphic Virus

Virus ini Dirancang buat mengecoh program antivirus,artinya virus ini selalu
berusaha agar tidak dikenali oleh antivirus dengan cara selalu merubah rubah
strukturnya setiap kali selesai menginfeksi file/program lain.
contoh virus:
-Necropolis A/B,
menginfeksi file *.EXE dan *.COM;
panjang file 1963 bytes;
karakteristik: menetap di memori, ukuran dan virus tesembunyi,terenkripsi dan
dapat berubah ubah struktur
7

-Nightfall,
menginfeksi file *.EXE;
panjang file 4554 bytes;
karakteristik : menetap di memori, ukuran dan virus tesembunyi,memiliki pemicu,
terenkripsidan dapat berubah-ubah struktur
-dll
5.Virus File/Program

Virus ini menginfeksi file file yang dapat dieksekusi langsung dari sistem
operasi, baik itu file application (*.EXE), maupun *.COm biasanya juga hasil infeksi
dari virus ini dapat diketahui dengan berubahnya ukuran file yang diserangnya.
6.Multi Partition Virus

Virus ini merupakan gabungan dariVirus Boot sector dan Virus file: artinya
pekerjaan yang dilakukan berakibat dua, yaitu dia dapat menginfeksi file-
file *.EXE dan juga menginfeksi Boot Sector.
E. BEBERAPA CARA PENYEBARAN VIRUS

Virus layaknya virus biologi harus memiliki media untuk dapat menyebar,virus
computer dapat menyebar keberbagai komputer/mesin lainnya juga melalui berbagai
cara, diantaranya:

1.Disket, media storage R/W
Media penyimpanan eksternal dapat menjadi sasaran empuk bagi virus untuk
dijadikan media. Baik sebagai tempat menetap ataupun sebagai media penyebarannya.
Media yang bias melakukan operasi R/W (read dan Write) sangat memungkinkan untuk
ditumpangi virus dan dijadikan sebagai media penyebaran.

2.Jaringan ( LAN, WAN,dsb)
Hubungan antara beberapa computer secara langsung sangat memungkinkan suatu
virus ikut berpindah saat terjadi pertukaran/pengeksekusian file/program
yang mengandung virus.

3.WWW (internet)
Sangat mungkin suatu situs sengaja di tanamkan suatu ‘virus’ yang akan
menginfeksi komputer-komputer yang mengaksesnya.

4.Software yang Freeware, Shareware atau bahkan Bajakan
Banyak sekali virus yang sengaja di tanamkan dalam suatu program yang di
sebarluaskan baik secara gratis, atau trial version yang tentunya sudah
tertanam virus didalamnya.
8

5.Attachment pada Email, transferring file
Hampir semua jenis penyebaran virus akhir-akhir ini menggunakan email attachment
dikarenakan semua pemakai jasa internet pastilah menggunakan email untuk
berkomunikasi, file-file ini sengaja dibuat mencolok/menarik perhatian, bahkan
seringkali memiliki ekstensi ganda pada penamaan filenya.
F. PENANGULANGANNYA
1.Langkah-Langkah untuk Pencegahan
Untuk pencegahan anda dapat melakukan beberapa langkah-langkah berikut :
Gunakan Antivirus yang anda percayai dengan updatean terbaru, tdak perduli
appun merknya asalkan selalu di update, dan nyalakan Auto protect
Selalu men-scan semua media penyimpanan eksternal yang akan di gunakan,
mungkin hal ini agak merepotkan tetapi jika Autoprotect anti virus anda bekerja
maka prosedur ini dapat dilewatkan.
Jika Anda terhubung langsung ke Internet cobalah untuk mengkombinasikan
Antivirus anda dengan Firewall, Anti spamming, dsb
2.Langkah-Lagkah Apabila telah Terinfeksi
Deteksi dan tentukan dimanakah kira-kira sumber virus tersebut apakah disket,

jaringan, email dsb, jika anda terhubung ke jaringan maka ada baiknya anda
mengisolasi computer anda dulu (baik dengan melepas kabel atau mendisable dari
control panel)
Identifikasi dan klasifikasikan jenis virus apa yang menyerang pc anda,dengan

cara:
- Gejala yang timbul, misal : pesan, file yang corrupt atau hilang dsb
- Scan dengan antivirus anda, jika anda terkena saat Autoprotect berjalan berarti
vius definition di computer anda tidak memiliki data virus ini,

- cobalah update secara manual atau mendownload virus definitionnya untuk
anda install. Jika virus tersebut memblok usaha anda untuk mengupdatenya
maka ,upayakan untuk menggunakan media lain (komputer) dengan antivirus
updatetan terbaru

- Bersihkan, setelah anda berhasil mendeteksi dan mengenalinya maka
usahakan segera untuk mencari removal atau cara-cara untuk
memusnahkannya di situs
- situs yang memberikan informasi perkembangan virus. Hal ini jika antivirus
update-an terbaru anda tidak berhasil memusnahkannya.
-
Langkah terburuk, jika semua hal diatas tidak berhasil adalah memformat
ulang komputer anda .
9
BAB III
ANTI VIRUS
MACAM-MACAM ANTI VIRUS
Antivirus adalah sebuah jenis perangkat lunak yang digunakan untuk mendeteksi dan
menghapus virus komputer dari sistem komputer. Disebut juga Virus Protection
Software. Aplikasi ini dapat menentukan apakah sebuah sistem komputer telah terinfeksi

dengan sebuah virus atau tidak. Umumnya, perangkat lunak ini berjalan di latar belakang
(background) dan melakukan pemindaian terhadap semua berkas yang diakses (dibuka,
dimodifikasi, atau ketika disimpan). Sebagian besar antivirus bekerja dengan beberapa
metode seperti di bawah ini:


Pendeteksian dengan menggunakan basis data virus signature (virus signature
database): Cara kerja antivirus ini merupakan pendekatan yang banyak digunakan
oleh antivirus tradisional, yang mencari tanda-tanda dari keberadaan dari virus
dengan menggunakan sebagian kecil dari kode virus yang telah dianalisis oleh
vendor antivirus, dan telah dikatalogisasi sesuai dengan jenisnya, ukurannya, daya
hancurnya dan beberapa kategori lainnya. Cara ini terbilang cepat dan dapat
diandalkan untuk mendeteksi virus-virus yang telah dianalisis oleh vendor
antivirus, tapi tidak dapat mendeteksi virus yang baru hingga basis data virus
signature yang baru diinstalasikan ke dalam sistem. Basis data virus signature ini
dapat diperoleh dari vendor antivirus dan umumnya dapat diperoleh secara gratis
melalui download atau melalui berlangganan (subscription).


Pendeteksian dengan melihat cara bagaimana virus bekerja: Cara kerja antivirus
seperti ini merupakan pendekatan yang baru yang dipinjam dari teknologi yang
diterapkan dalam Intrusion Detection System (IDS). Cara ini sering disebut juga
sebagai Behavior-blocking detection. Cara ini menggunakan policy (kebijakan)
yang harus diterapkan untuk mendeteksi keberadaan sebuah virus. Jika ada
kelakuan perangkat lunak yang “tidak wajar” menurut policy yang diterapkan,
seperti halnya perangkat lunak yang mencoba untuk mengakses address book
untuk mengirimkan e-mail secara massal terhadap daftar e-mail yang berada di
dalam address book tersebut (cara ini sering digunakan oleh virus untuk
menularkan virus melalui e-mail), maka antivirus akan menghentikan proses yang
dilakukan oleh perangkat lunak tersebut. Antivirus juga dapat mengisolasi kode-
kode yang dicurigai sebagai virus hingga administrator menentukan apa yang
akan dilakukan selanjutnya. Keuntungan dari cara ini adalah antivirus dapat
mendeteksi adanya virus-virus baru yang belum dikenali oleh basis data virus
signature. Kekurangannya, jelas karena antivirus memantau cara kerja perangkat
lunak secara keseluruhan (bukan memantau berkas), maka seringnya antivirus
membuat alarm palsu atau “False Alarm” (jika konfigurasi antivirus terlalu
“keras”), atau bahkan mengizinkan virus untuk berkembangbiak di dalam sistem10
(jika konfigurasi antivirus terlalu “lunak”), terjadi false positive. Beberapa
produsen menyebut teknik ini sebagai heuristic scanning.

Antivirus yang menggunakan behavior-blocking detection ini masih sedikit jumlahnya, tapi di masa yang akan datang, kemungkinan besar semua antivirus akan menggunakan cara ini. Beberapa antivirus juga menggunakan dua metode di atas secara sekaligus
Tabel berikut berisi beberapa antivirus yang beredar di pasaran
Produk
Situs Web
eSafe
http://www.aks.com
Avast
http://www.asw.cz
Anyware AntiVirus
http://www.helpvirus.com
Ansav
http://www.ansav.com/
AVG Anti-Virus
http://www.grisoft.com
Quick Heal
http://www.quickheal.com
Vexira Antivirus
http://www.centralcommand.com
Command AntiVirus
http://www.authentium.com/command/index.html
eTrust
http://www.ca.com/virusinfo/
waVe Antivirus
http://www.cyber.com
SpIDer Guard
http://www.dials.ru
NOD32
http://www.nod32.com
F-Prot Antivirus
http://www.f-prot.com
F-Secure Anti-virus
http://www.fsecure.com
RAV AntiVirus
http://www.rav.ro
AntiVir dan AntiVir
Personal Edition
http://www.antivir.de
ViRobot, DataMedic,
Live-Call
http://www.hauri.co.kr
WinProof dan
ExcelProof
http://www.hiwire.com.sg
Die Klinik
http://www.ikarus-software.at
Kaspersky Anti-Virus
(AVP)
http://www.kaspersky.com
VirusBUSTER II

http://www.leprechaun.com.au
email scanning services http://www.messagelabs.com/viruseye/
eScan
http://www.microworldtechnologies.com
MKS Vir
http://www.mks.com.pl
McAfee Anti-Virus dan
McAfee Virus Scan
http://www.mcafee.com atau http://www.nai.com
InVircible AV
http://www.invircible.com
Norman Virus Control http://www.norman.no
Panda AntiVirus dan
http://www.pandasoftware.com
11
NanoScan
Per AntiVirus
http://www.persystems.com/antivir.htm
Protector Plus

http://www.pspl.com
VirusNet PC and
VirusNet LAN
http://www.safe.net
BitDefender
http://www.bitdefender.com
Sophos Anti-Virus

http://www.sophos.com
Antigen for Microsoft
Exchange
http://www.sybari.com
Norton Antivirus dan
Symantec Antivirus
Corporate Edition
http://www.symantec.com
Trend Virus Control
System dan PC-Cilin
http://www.trendmicro.com
VirusBuster
http://www.vbuster.hu
ClamAV
http://www.clamav.org
PCMAV

-
Windows Live OneCare
dan Microsoft ForeFonthttp://onecare.live.com
ZoneAlarm AntiVirus http://www.zonealarm.com/
BullGuard Antivirus
http://www.bullguard.com/
Sumber :http://id.wik ipedia.org
12
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulam
Virus komputer dapat merusak data pada komputer dan mengganggu User
dalam menggunakan komputer.

Semoga pembahasan mengenai Virus ini dapat memberikan manfaat khususnya
bagi penulis yang sedang belajar dan bagi kita semua umumnya, Tulisan ini ditujukan
untuk pembelajaran semata sehingga sangat diharapkan kritik dan sarannya. Apabila
banyak kekurangan pada tulisan ini harap dimaklumi.
B. Saran

Gunakanlah anti virus pada komputer anda serta selalu meng-Update versi
terbarunya. Untuk mencegah adanya virus-virus baru sehingga komputer anda tidak
mudah terinfeksi.